Aggistri, Zayyan Syafiqah (2024) Kebijakan Robot Trading Didalam Pemenuhan Suatu Tindak Pidana yang Dilakukan oleh Korporasi Contoh Kasus Putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor 730/Pid.sus/2022/PN.BDG. Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of Halaman Depan_Zayyan Syafiqah Aggistri_205200086.pdf] Text
Halaman Depan_Zayyan Syafiqah Aggistri_205200086.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab isi_Zayyan Syafiqah Aggistri_205200086.pdf] Text
Bab isi_Zayyan Syafiqah Aggistri_205200086.pdf
Restricted to Registered users only

Download (20MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_Zayyan Syafiqah Aggistri_205200086.pdf] Text
Daftar Pustaka_Zayyan Syafiqah Aggistri_205200086.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Lampiran_Zayyan Syafiqah Aggistri_205200086.pdf] Text
Lampiran_Zayyan Syafiqah Aggistri_205200086.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Robot trading adalah wujud perkembangan AI (artificial Intelligence) yang signifikan dalam sektor keuangan atau financial technology di era 4.0. robot trading juga disebut sebagai sistem pendukung perdagangan karena dapat menggantikan peran manusia serta memiliki banyak keunggulan dalam bidang perdagangan. Meskipun memiliki banyak keunggulan pada kenyataannya robot trading juga membuka peluang bagi kejahatan di dunia investasi. Akibatnya, sering kali ada tuntutan pidana terhadap penggunaan robot trading sebagai e-person yang menggantikan peran manusia. Penelitian ini ditujukan untuk untuk melihat bentuk unsur kesalahan pada robot trading jika ditinjau dari asas tiada pidana tanpa kesalahan (Geen Straf Zonder Schuld) dan bagaimana kebijakan robot trading di Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif dengan dengan spesifikasi preskritif untuk melihat korelasi antara norma dan prinsip hukum serta menggunakan data sekunder dengan teknik pengumpulan data studi kepustakaan untuk melihat hubungan dengan hukum dan isu hukum yang berkaitan dengan pokok permasalahan yang diangkat. Pada hakikatnya robot trading tidak dapat dibebankan unsur kesalahan kerena robot trading merupakan suatu alat pembantu dalam kehidupan manusia yang didesain dengan sebuah agloritme agar mampu bekerja dengan sendiri dan tanpa pengawasan sehingga dapat disimpulkan bahwa robot trading tidak dapat mempertanggungjawabkan atas kesalahannya karena letak kesalahannya berada pada subyek hukum dan yang dapat untuk mempertanggungjawabkan kesalahan tersebut adalah subyek hukum. Selain itu, hingga saat ini Indonesia hanya mengeluarkan peturan terkait dengan robot trading yaitu Peraturan Badan Pengawan Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 12 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Penyampaian Nasihat Berbasis Teknologi Informasi Berupa Expert Advisor namun dalam tidak diatur secara jelas dan tegas mengatur tentang robot trading dan sanksi terhadap tindak pidana terkait, sehingga menimbulkan kekosongan hukum.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: Dr. R. Rahaditya, S.H., M.H
Uncontrolled Keywords: Robot Trading, Investasi, Korporasi
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: FH Perpus
Date Deposited: 08 Jul 2025 02:47
Last Modified: 08 Jul 2025 02:47
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/47727

Actions (login required)

View Item View Item