DESTRA, EDWIN (2019) HUBUNGAN ANTARA ASUPAN MAKANAN CEPAT SAJI DENGAN HIPERTENSI PADA PETUGAS SEKURITI UNIVERSITAS TARUMANAGARA. Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
top.pdf Download (728kB) |
|
|
Text
1.pdf Download (15kB) |
|
|
Text
2.pdf Restricted to Repository staff only Download (517kB) |
|
|
Text
3.pdf Restricted to Repository staff only Download (294kB) |
|
|
Text
4.pdf Restricted to Repository staff only Download (131kB) |
|
|
Text
5.pdf Restricted to Repository staff only Download (148kB) |
|
|
Text
6.pdf Download (125kB) |
|
|
Text
ref.pdf Download (150kB) |
|
|
Text
lamp.pdf Download (642kB) |
Abstract
Hipertensi (HT) merupakan salah satu penyakit Non Communicable Disease (NCD)
yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan
darah diastolik ≥90 mmHg. Salah satu faktor yang menyebabkan hipertensi adalah
frekuensi asupan makanan cepat saji. Petugas sekuriti memiliki jadwal kerja yang
padat sehingga tidak mempunyai waktu untuk makan yang memadai. Karena hal
tersebut, mayoritas petugas sekuriti memilih untuk makan makanan cepat saji.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional.
Pengambilan subjek dilakukan dengan judgemental sampling dengan subjek
sebanyak 92 orang.Sampel pada penelitian ini ada petugas sekuriti berusia 18 – 55
tahun dan berjenis kelamin laki-laki. Data asupan makanan cepat saji diperoleh
dengan wawancara menggunakan Food Frequency Questionnaire. Data hipertensi
didapatkan dengan pengukuran tekanan darah menggunakan sfigmomanometer.
Analisis statistik menggunakan tabel 2x2 uji chi-square. Pada penelitian ini
didapatkan 73,9% subjek masuk dalam klasifikasi sering mengonsumsi makanan
cepat saji dan prevalensi kejadian hipertensi pada petugas sekuriti sebanyak 48,9%.
Data menunjukkan bahwa sebanyak 55,8% subjek yang mengonsumsi makanan
cepat saji dalam frekuensi sering menderita hipertensi. Didapatkan hubungan yang
bermakna secara statistik antara asupan makanan cepat saji dengan hipertensi pada
petugas sekuriti Universitas Tarumanagara (nilai p = 0,044). Didapatkan
prevalence risk ratio pada subjek yang sering mengonsumsi makanan cepat saji
memiliki resiko 1,89 kali lebih tinggi dibandingkan yang jarang mengonsumsi
makanan cepat saji. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terdapat adanya
hubungan antara asupan makanan cepat saji dengan hipertensi. Penelitian pada
petugas sekuriti masih jarang dilakukan sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut
untuk menilai hubungan makronutrien dan mikronutrien di dalam makanan cepat
saji dengan hipertensi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Frisca |
| Uncontrolled Keywords: | hipertensi, makanan cepat saji, petugas sekuriti |
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Kedokteran |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Kedokteran |
| Depositing User: | FK Perpus |
| Date Deposited: | 19 May 2021 08:47 |
| Last Modified: | 19 May 2021 08:47 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/24911 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
