Agustin, Rita (2018) PREFERENSI GAYA BELAJAR DAN HASIL PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA DENGAN RISIKO DISLEKSIA. Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of top.pdf] Text
top.pdf

Download (367kB)
[thumbnail of 1.pdf] Text
1.pdf

Download (26kB)
[thumbnail of 2.pdf] Text
2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (190kB)
[thumbnail of 3.pdf] Text
3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (251kB)
[thumbnail of 4.pdf] Text
4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (19kB)
[thumbnail of 5.pdf] Text
5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12kB)
[thumbnail of 6.pdf] Text
6.pdf

Download (6kB)
[thumbnail of dapus.pdf] Text
dapus.pdf

Download (86kB)
[thumbnail of end.pdf] Text
end.pdf

Download (1MB)

Abstract

Disleksia adalah kesulitan belajar spesifik yang mempengaruhi kemampuan membaca
dan menulis individu. Karena kesulitan belajar yang dialami oleh orang dengan
disleksia, penting bagi orang tua dan staf pengajar untuk mengetahui cara belajar yang
dapat membantu individu disleksik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui cara belajar yang dipilih oleh mahasiswa dengan risiko disleksia dan
dampaknya terhadap prestasi akademik. Metode penelitian adalah analitik crosssectional dengan menggunakan kuesioner sebagai alat untuk skrining risiko disleksia
dan cara belajar yang dipilih pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas
Tarumanagara pada Desember 2017. Teknik sampling yang digunakan adalah non
probability sampling dengan teknik total sampling. Pada hasil penelitian terhadap
hubungan cara belajar dengan risiko disleksia ditemukan nilai Pearson Chi-Square
0.378 dan rasio prevalens 1.1, yang berarti terdapat hubungan secara epidemiologi.
Didapatkan bahwa 32.2% mahasiswa di FK Universitas Tarumanagara berisiko
disleksia dan 65% dari mahasiswa tersebut memilih cara belajar secara multisensorik.
Pada penelitian terhadap hubungan cara belajar pada mahasiswa dengan risiko
disleksia terhadap prestasi akademik, ditemukan nilai Pearson Chi-Square 0.611 dan
rasio prevalens 0.90 yang berarti tidak ditemukan hubungan secara analitik maupun
epidemiologi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah mahasiswa dengan risiko
disleksia lebih memilih cara belajar secara multisensorik. Pemilihan cara belajar tidak
mempengaruhi prestasi akademik sehingga perlu dicari cara lain yang dapat
membantu mahasiswa disleksik agar dapat memiliki prestasi akademik yang
memuaskan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pambudi, Wiyarni
Uncontrolled Keywords: cara belajar, multisensorik, IPK, mahasiswa, risiko disleksia
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Kedokteran
Divisions: Fakultas Kedokteran > Kedokteran
Depositing User: FK Perpus
Date Deposited: 27 Apr 2021 02:59
Last Modified: 27 Apr 2021 02:59
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/16522

Actions (login required)

View Item View Item