Shienna, Shienna (2011) Analisis Framing Editorial Harian Media Indonesia Terhadap Rencana Pembangunan Gedung Baru DPR RI/Shienna. skripsi.
Preview |
Text
Analisis Framing Editorial Harian Media Indonesia.pdf Download (46kB) | Preview |
Abstract
Penelitian ini membahas tentang bagaimana Media Indonesia
membingkai opininya dalam rubrik Editorial terkait dengan rencana
pembangunan gedung baru DPR RI. Penelitian ini mempunyai
beberapa tujuan, yakini 1) UNtuk mengetahui sejauh mana harian
Media Indonesia membingkai editorialnya. 2) Untuk mengetahui
sejauh mana pemilihan teks yang digunakan oleh harian Media
Indonesia sesuai dengan ideologi politik media tersebut. 3) Untuk
mengetahui bagaimana editorial harian Media Indonesia berupaya
untuk memaparkan rencana pembangunan gedung baru DPR RI.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif
dengan tipe penelitian deskriptif. Unit analisis dari penelitian ini terdiri
dari empat editorial tentang rencana pembangunan gedung baru DPR
RI, yang diambil dari harian Media Indonesia edisi 4 September 2010
dengan judul "Ayo Rekreasi di Gedung DPR", edisi 22 Januari 2011
dengan judul "Gedung Baru DPR, edisi 15 April 2011 dengan judul
"Kebusukan di Senayan", dan edisi 10 Mei 2011 dengan judul
"Pangkas saja sampai Habis". Untuk mengetahut sikap, posisi, serta
bingkai Media Indonesia, maka digunakan metode analisis Framing.
Karena melalui metode ini kita dapat melihat cara bercerita media atas
suatu peristiwa. Model William A. Gamson dan Andre Modigliani
dipilih untuk memahami perangkat yang digunakan harian Media
Indonesia dalam membingkai editorialnya. Beradasarkan hasil
penelitian yang telah dilakukan serta analisis dari data yang telah
dihasilkan ditemukan bahwa 1) Sesuai dengan nilai -nilai yang dianut,
yakni nasionalis dan pro rakyat. Media Indonesia selalu membingkai
editorialnya dengan frame nasionalis dan pro rakyat. 2) Terkait
pemilihan teks, Media Indonesia mencoba menampilkan sesuatu yang
berbeda, yang mendobrak dan mengubah pakem penulisan editorial
pada umumnya. Sejalan dengan motto-nya sebagai Pembawa Suara
Rakyat, mereka berusaha benar-benar menyuarakan rakyat. Berusaha
benar-benar merakyat. Di saat harus kritis, maka mereka akan tampil
kritis apa adanya. 3) Media Indonesia konsisten dalam menggunakann
bingkai pro rakyat yang menjadi ideologinya dalam praktik penulisan
editorial. Hal ini dapat dilihat juga pada penulisan editorial yang
mengangkat tema rencana pembangunan gedung baru DPR RI.
Berdasarkan temuan penelitian sejumlah saran di ajukan. Kata kunci :
Analisis Framing, Editorial Media Indonesia, Rencana Pembangunan
Gedung Baru DPR RI.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Ilmu Komunikasi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Komunikasi > Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Puskom untar untar |
| Date Deposited: | 19 May 2017 02:56 |
| Last Modified: | 19 May 2017 02:56 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/962 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
