Anggraiani, Metta (2025) Tinjauan Yuridis Hak Waris Anak yang Berbeda Kewarganegaraan dari Perkawinan Secara Hukum Islam di Indonesia. Masters thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
Halaman depan_Metta Anggraiani_217232018.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Bab isi_Metta Anggraiani_217232018.pdf Restricted to Registered users only Download (38MB) |
|
|
Text
Daftar pustaka_Metta Anggraiani_217232018.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
Lampiran_Metta Anggraiani_217232018.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Perkawinan di Indonesia dianggap sah jika dilakukan sesuai hukum agama atau kepercayaan dan didaftarkan secara resmi. Namun, banyaknya fenomena pernikahan siri atau pernikahan secara agama tanpa pencatatan resmi terjadi, terutama antara perempuan Indonesia yang menikah dengan pria Warga Negara Asing yang berada di Indonesia untuk bekerja sementara waktu. Kemudian, sejauh pengamatan peneliti, penelitian terdahulu mengenai perkawinan campuran yang hanya dilakukan secara agama belum membahas secara mendalam mengenai kedudukan hukum dan hak waris anak yang lahir dari perkawinan secara hukum Islam di Indonesia, khususnya yang melibatkan ibu berkewarganegaraan Indonesia dan ayah berkewarganegaraan asing. Hal tersebut yang melatarbelakangi peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini terkait dengan status kedudukan hukum dan hak waris anak berbeda kewarganegaraan dari perkawinan secara hukum Islam di Indonesia antara ibu Warga Negara Indonesia dan ayah warga negara asing melalui pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif analitis dan studi kepustakaan terhadap sumber hukum primer, sekunder, dan tersier. Data dianalisis secara deduktif untuk menghasilkan kesimpulan khusus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dari perkawinan siri dengan perbedaan kewarganegaraan memiliki kedudukan hukum yang berbeda antara hukum Islam dan hukum nasional. Dalam hukum Islam, anak dianggap sah dan berhak mewaris dari kedua orang tuanya sesuai ketentuan faraid selama syarat perkawinan terpenuhi, namun berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, anak dianggap anak luar kawin yang hanya memiliki hubungan keperdataan dengan ibunya. Upaya hukum seperti isbat nikah, pengesahan anak, atau pengakuan ayah menjadi mekanisme penting agar anak memperoleh status hukum yang jelas.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: Dr. Tjempaka, S.H., M.H., M.Kn |
| Uncontrolled Keywords: | Hak Waris, Anak Campuran, Perkawinan Siri, Hukum Islam. |
| Subjects: | Tesis Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | FH Perpus |
| Date Deposited: | 18 Dec 2025 07:10 |
| Last Modified: | 18 Dec 2025 07:10 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/48491 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
