Vianka, Maria Ibella (2025) Tanggung Jawab Notaris Atas Pembatalan Akta Wasiat Yang Melanggar Legitime Portie. Masters thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of Halaman depan_Maria Ibella Vianka_217232034.pdf] Text
Halaman depan_Maria Ibella Vianka_217232034.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab isi_Maria Ibella Vianka_217232034.pdf] Text
Bab isi_Maria Ibella Vianka_217232034.pdf
Restricted to Registered users only

Download (31MB)
[thumbnail of Daftar pustaka_Maria Ibella Vianka_217232034.pdf] Text
Daftar pustaka_Maria Ibella Vianka_217232034.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of Lampiran_Maria Ibella Vianka_217232034.pdf] Text
Lampiran_Maria Ibella Vianka_217232034.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Notaris yang berwenang membuat akta wasiat memerlukan kecermatan dan menguasai Undang-Undang Perkawinan, KUHPerdata, dan pengetahuan tentang hukum waris serta peraturan lain yang terkait. Akta wasiat pada dasarnya adalah memuat kehendak terakhir pewaris yang dituangkan secara tertulis dan mempunyai rambu-rambu tentang pembagian hak mutlak atau legitime portie berdasarkan urutan golongan yang diatur KUHPerdata. Apabila ketentuan tersebut dilanggar maka ketentuan undang-undang telah terlanggar. Kajian dalam tesis ini bermaksud untuk menganalisis dan mengevaluasi tentang pertanggungjawaban dari notaris dalam pembatalan akta wasiat yang melanggar ketentuan legitime portie, bentuk perlindungan hukum terhadap para ahli waris yang dirugikan. Selain itu, tesis ini bermaksud untuk menganalisis dan mengevaluasi kedudukan Majelis Pengawas Notaris dalam penyelesaian sengketa yang melibatkan notaris. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif yang bertumpu pada bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, bahan hukum tersier dan di dukung oleh data wawancara. Hasil yang di dapat dari penelitian ini adalah bahwa sengketa waris masih banyak ditemui dalam kehidupan bermasyakat setelah pewaris meninggal walaupun ketentuan terhadap hukum waris sudah cukup diatur secara perdata. Namun, akta wasiat yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum perdata dan terdapat cacat hukum didalamnya menyebabkan kerugikan para ahli waris. Sehingga menurut Pasal 834 KUHPerdata, para ahli waris yang dirugikan berhak mengajukan gugatan di pengadilan apabila notaris selaku pembuat akta diduga melakukan kelalaian sesuai Pasal 1366 KUHPerdata. Dalam hal terjadinya kelalaian yang dilakukan oleh notaris, maka Majelis Pengawas Notaris memiliki peran untuk menindaklanjuti laporan atau pengaduan dari para ahli waris yang dirugikan perihal adanya pelanggaran yang dilakukan notaris.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing: Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H.
Uncontrolled Keywords: Akta Wasiat, Pertanggungjawaban Notaris, Perlindungan Ahli Waris
Subjects: Tesis
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: FH Perpus
Date Deposited: 18 Dec 2025 07:03
Last Modified: 18 Dec 2025 07:03
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/48489

Actions (login required)

View Item View Item