Simanjuntak, Hendra Budiman (2025) Penalaran Hukum Hakim terhadap Penyelesaian Sengketa Waris Perdata (Putusan Nomor 2981 K/Pdt/2024). Masters thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of Halaman depan_Hendra Budiman Simanjuntak_217232040.pdf] Text
Halaman depan_Hendra Budiman Simanjuntak_217232040.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab isi_Hendra Budiman Simanjuntak_217232040.pdf] Text
Bab isi_Hendra Budiman Simanjuntak_217232040.pdf
Restricted to Registered users only

Download (39MB)
[thumbnail of Daftar pustaka_Hendra Budiman Simanjuntak_217232040.pdf] Text
Daftar pustaka_Hendra Budiman Simanjuntak_217232040.pdf
Restricted to Registered users only

Download (783kB)
[thumbnail of Lampiran_Hendra Budiman Simanjuntak_217232040.pdf] Text
Lampiran_Hendra Budiman Simanjuntak_217232040.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Akibat hukum dari peristiwa hukum yang disebut kematian ialah bagaimana pengurusan dan kelanjutan hak dan kewajiban yang meninggal dunia tersebut. Kemajemukan budaya serta adat istiadat mempengaruhi konsep hukum kewarisan di Indonesia. Penalaran hukum hakim adalah proses berpikir problematis tersistematis yang dilakukan oleh hakim dalam mengidentifikasi fakta-fakta kasus yang terungkap, menghubungkan dan menafsirkan dengan sumber-sumber hukum yang relevan untuk kemudian pembuatan keputusan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penalaran hukum hakim dalam putusan pengadilan atas sengketa waris perdata dengan studi kasus putusan Mahkamah Agung nomor 2981 K/Pdt/2024, juncto Pengadilan Tinggi Jakarta Nomor 443/PDT/2023/PT DKI, juncto Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 247/Pdt.G/2022/PN Jkt.Pst. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus serta data yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim Mahkamah Agung secara konsisten menegaskan pembagian harta warisan bersifat perderajatan artinya ahli waris yang derajatnya lebih dekat dengan si pewaris menutup ahli waris yang derajatnya lebih jauh serta hakim menegaskan harta perkawinan baik yang berasal dari harta bawaan dan harta bersama manakala salah satu suami atau isteri itu meninggal dunia terhadap harta-harta perkawinan tersebut melebur menjadi harta warisan. Pentingnya konsistensi dan penerapan prinsip itikad baik hakim dalam melakukan penalaran hukum akan menciptakan putusan yang berkeadilan.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing: Dr. Benny Djaja, S.H., S.E., M.M., Sp.N., MRE
Uncontrolled Keywords: Penalaran Hukum, Hakim, Kedudukan Ahli Waris, Harta Warisan, Penyelesaian Sengketa Waris Perdata, Putusan Mahkamah Agung Nomor 2981 K/Pdt/2024, Putusan Pengadilan Tinggi Jakarta Nomor 443/PDT/2023/PT DKI, Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 247/Pdt.G/2022/PN Jkt.Pst.
Subjects: Tesis
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: FH Perpus
Date Deposited: 18 Dec 2025 04:47
Last Modified: 18 Dec 2025 04:47
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/48484

Actions (login required)

View Item View Item