Sumeru, Fayuthika Alifia Kirana (2025) Penguasaan Objek Sengketa Tanah Transmigrasi yang Dijadikan Sebagai Objek Lelang (Studi Putusan Nomor 7/Pdt.G/2020/PN. SBW). Masters thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
Halaman depan_Fayuthika Alifia Kirana Sumeru_217231049.pdf Download (318kB) |
|
|
Text
Bab isi_Fayuthika Alifia Kirana Sumeru_217231049.pdf Restricted to Registered users only Download (835kB) |
|
|
Text
Daftar pustaka_Fayuthika Alifia Kirana Sumeru_217231049.pdf Restricted to Registered users only Download (238kB) |
|
|
Text
Lampiran_Fayuthika Alifia Kirana Sumeru_217231049.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Kawasan transmigrasi dibentuk sebagai kawasan yang dapat dihuni oleh masyarakat pendatang dengan tujuan kawasan tersebut dikelola dan dikembangkan menjadi wilayah yang maju dan modern serta menjadi wilayah yang dapat menghidupi masyarakat di wilayah tersebut. Di zaman yang semakin modern ini banyak masyarakat yang membutuhkan tanah akan tetapi kebutuhan tersebut tidak sebanding dengan jumlah lahan atau tanah yang disediakan sehingga menyebabkan permasalahan dari berbagai pihak yang menginginkan tanah tersebut mulai dari individu, instansi pemerintah maupun badan usaha. Dari permasalahan tersebut timbul suatu sengketa yang menyebabkan ketidakpastian hukum terhadap ruang di atas suatu kawasan atau tanah yang menjadi objek sengketa berada dalam status quo sehingga tidak dapat dimanfaatkan. Sengketa tanah yang terjadi dimana tanah yang statusnya milik masyarakat transmigrasi dijadikan sebagai objek lelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang. Sedangkan lelang merupakan penjualan barang yang terbuka untuk umum dengan penawaran harga secara tertulis dan/atau lisan yang semakin meningkat atau menurun untuk mencapai harga tertinggi dan didahului dengan pengumuman lelang. Metode yang digunakan peneliti merupakan penelitian hukum normatif yang berarti analisis berdasarakan berbagai data sekunder seperti peraturan perundang-undangan, teori hukum, dan putusan pengadilan. Dalam penyelesaian sengketa tersebut,
Peneliti menggunakan teori perlindungan hukum, teori kepastian hukum, serta teori keadilan sebagai perisai masyarakat dalam menguasai tanah mereka kembali. Hasil dari penelitian tersebut meliputi bahwa seharusnya tanah tersebut tidak dapat dilelangkan meskipun tanah tersebut sempat tidak diurus oleh masyarakat transmigrasi, akan tetapi tanah tersebut seharus kembali menjadi tanah negara yang dimana seharusnya negara yang berhak mengelola lahan atau tanah tersebut.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : Dr. Tjempaka, S.H., M.H., M.kn. |
| Uncontrolled Keywords: | Tanah Transmigrasi, Sengketa Tanah, Lelang |
| Subjects: | Tesis Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | FH Perpus |
| Date Deposited: | 18 Dec 2025 04:18 |
| Last Modified: | 18 Dec 2025 04:18 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/48476 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
