Darman, Darman (2025) Pertanggungjawaban Pidana Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Memalsukan Surat dari Dua Putusan Berbeda. Masters thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of Halaman depan_Darman_217232022.pdf] Text
Halaman depan_Darman_217232022.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab isi_Darman_217232022.pdf] Text
Bab isi_Darman_217232022.pdf
Restricted to Registered users only

Download (31MB)
[thumbnail of Daftar pustaka_Darman_217232022.pdf] Text
Daftar pustaka_Darman_217232022.pdf
Restricted to Registered users only

Download (933kB)
[thumbnail of Lampiran_Darman_217232022.pdf] Text
Lampiran_Darman_217232022.pdf
Restricted to Registered users only

Download (13MB)

Abstract

Penelitian ini Membahas pertanggungjawaban pidana Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam perkara pemalsuan surat, khususnya ketika muncul dua putusan pidana yang berbeda terhadap satu peristiwa hukum (splitsing). Fokus penelitian ini adalah menganalisis upaya hukum yang dapat di tempuh oleh PPAT terhadap dua putusan pidana yang tidak sejalan (disharmonisasi hukum), serta memahami tanggung jawab hukum PPAT yang terbukti melakukan pelanggaran berupa pemalsuan surat berdasarkan pernyataan penghadap.
Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan interprestasi hukum oleh aparat penegak hukum menyebabkan munculnya dua putusan pidana yang berbeda terhadap perbuatan pidana yang sama. Pada satu sisi, PPAT seharusnya tidak bertanggungjawab secara pidana karena hanya mencatat keterangan dan menerima data-data (warkah) yang dibutuhkan untuk dicatat didalam form atau blanko akta yang sudah ditentukan kata-kata dan kalimatnya, serta keterangan oleh penghadap. Namun dalam putusan ini PPAT dinyatakan turut bertanggungjawab atas menyuruh memasukan keterangan palsu, dimana unsur perbuatannya tidak terpenuhi dengan tuntutan KUHP Pasal 266 ayat(1) serta unsur kerugian saat putusan kedua di kembalikan maka nilai kerugian korban menjadi tidak ada.
Kemudian upaya hukum yang dapat dilakukan PPAT adalah melakukan Peninjauan kembali atas bukti baru yang ditemukan melalui putusan kedua atau melalui pengaduan ke Mahkamah Kehormatan PPAT bahwa ada ditemukan bukti bahwa korban tidak mengalami kerugian.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing: Dr. M. Sudirman, SH., Sp.N.,M.H.,M.Kn.,M.E.,MARS.
Uncontrolled Keywords: PPAT, Pertanggungjawaban pidana, pemalsuan surat, putusan berbeda,
Subjects: Tesis
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: FH Perpus
Date Deposited: 18 Dec 2025 04:04
Last Modified: 18 Dec 2025 04:04
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/48472

Actions (login required)

View Item View Item