Munthe, Duma Sinta Uli (2025) Tanggung Jawab Developer dan Bank Terkait Sertifikat Yang Belum Di Balik Nama Sampai Terjadi Pelunasan Kredit Dalam Perspektif Kepastian Hukum. Masters thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of Halaman depan_Duma Sinta Uli_217231045.pdf] Text
Halaman depan_Duma Sinta Uli_217231045.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Bab isi_Duma Sinta Uli_217231045.pdf] Text
Bab isi_Duma Sinta Uli_217231045.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of Daftar pustaka_Duma Sinta Uli_217231045.pdf] Text
Daftar pustaka_Duma Sinta Uli_217231045.pdf
Restricted to Registered users only

Download (149kB)
[thumbnail of Lampiran_Duma Sinta Uli_217231045.pdf] Text
Lampiran_Duma Sinta Uli_217231045.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari manusia membutuhkan tempat tinggal sebagai salah satu dari tiga kebutuhan pokok untuk menunjang kehidupannya. Manusia membutuhkan rumah sebagai tempat berlindung untuk memberikan rasa aman. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 juga menjamin mengenai pemenuhan tempat tinggal yang layak dan sehat bagi setiap orang. Namun, tidak semua orang memiliki kemampuan finansial untuk membeli rumah, maka hadirlah bank sebagai alternatif yang menawarkan fasilitas bantuan berupa Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Dalam praktiknya, transaksi KPR tidak selalu berjalan mulus, terkadang ada kendala atau sengketa yang dihadapi oleh para pihak. Salah satunya adalah ketika debitur sudah melunasi kreditnya di bank namun debitur tidak kunjung mendapatkan sertifikat atas tanah dan bangunan yang telah diangsurnya selama bertahun-tahun. Penyebabnya bisa bermacam-macam, salah satunya karena belum dilakukan balik nama atas sertifikat tersebut. Hal ini tentu membawa dampak kerugian bagi debitur. Penelitian ini membahas tanggung jawab developer dan bank terkait sertifikat yang belum dibalik nama sampai terjadi pelunasan kredit serta akibat hukum bagi debitur KPR yang telah melunasi angsuran KPR-nya namun sertifikat masih belum dapat dikuasai oleh debitur padahal sertifikat merupakan alat bukti yang sah dan memberikan kepastian hukum bagi pemilik tanah dan bangunan.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif-empiris, yakni mengkaji pelaksanaan atau implementasi ketentuan hukum positif (perundang- undangan) dan dokumen tertulis secara in action (faktual) pada suatu peristiwa hukum tertentu yang terjadi dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikat yang belum diserahkan kepada debitur karena belum dilakukan balik nama dapat merugikan debitur secara hukum karena debitur tidak memiliki kepastian hukum atas tanah yang telah dibelinya sehingga bank dan developer wajib bertanggungjawab untuk memenuhi hak debitur selaku konsumen sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan khusunya Undang-Undang No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing: Prof. Dr. Mella Ismelina Farma Rahayu, S.H., M.Hum
Uncontrolled Keywords: Debitur, Developer, Bank, Perjanjian, Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Sertifikat, Balik Nama, Tanggung Jawab Hukum, Perlindungan Hukum
Subjects: Tesis
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: FH Perpus
Date Deposited: 12 Dec 2025 07:58
Last Modified: 12 Dec 2025 07:58
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/48348

Actions (login required)

View Item View Item