Sari, Dewa Ayu Indah Permata (2025) Legitimasi Keputusan MUDP Nomor 01/Kep/Psm-3/MDP Bali/X/2010 Terhadap Akta Waris yang Dikeluarkan Notaris Bagi Masyarakat Adat Bali. Masters thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of Halaman depan_Dewa Ayu Indah Permata Sari_217231061.pdf] Text
Halaman depan_Dewa Ayu Indah Permata Sari_217231061.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab isi_Dewa Ayu Indah Permata Sari_217231061.pdf] Text
Bab isi_Dewa Ayu Indah Permata Sari_217231061.pdf
Restricted to Registered users only

Download (36MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_Dewa Ayu Indah Permata Sari_217231061.pdf] Text
Daftar Pustaka_Dewa Ayu Indah Permata Sari_217231061.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of Lampiran_Dewa Ayu Indah Permata Sari_217231061.pdf] Text
Lampiran_Dewa Ayu Indah Permata Sari_217231061.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)

Abstract

Masyarakat adat Bali menganut sistem pewarisan patrilineal. Adanya Keputusan Majelis Utama Desa Pakraman yang mengatur tentang pemberian warisan kepada anak perempuan disambut baik oleh masyarakat, namun dalam praktiknya tentu akan menimbulkan sengketa, sehingga dibutuhkan peran notaris dalam pembuatan akta waris untuk memberikan kepastian hukum bagi perempuan dalam mewarisi harta orang tuanya. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah kedudukan perempuan dalam hukum waris adat Bali, serta bagaimanakah kekuatan hukum akta waris yang dibuat oleh notaris dalam pembagian waris dengan sistem waris hukum adat Bali? Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, yang bersifat deskriptif. Bahan hukum yang digunakan bersifat autoritarif, yang dikumpulkan menggunakan studi pustaka. Bahan hukum dianalisis dan sisistematisasikan secara kualitatif untuk membentuk suatu kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan masyarakat adat Bali hanya memberikan hak waris kepada anak laki-laki sehingga menganggap kedudukan anak perempuan lebih rendah dari anak laki-laki, namun ketika menikah anak perempuan diberikan bekal (bebaktan/tetatadan) seiklasnya oleh orang tuanya. Adanya putusan MUDP belum banyak diterapkan oleh masyarakat yang masih kukuh menggunakan aturan adat (awig-awig) yang telah ada sejak dahulu. Notaris diberikan wewenang oleh Undang-Undang dalam membuat akta autentik yang memiliki kekuatan hukum, maka akta waris yang dibuat oleh notaris tersebut memililiki kekuatan hukum yang tak terbantahkan.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing : Dr. Lis Julianti, S.H., M.H
Uncontrolled Keywords: Legitimasi, Akta Waris, Notaris, Masyarakat Adat
Subjects: Tesis
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: FH Perpus
Date Deposited: 12 Dec 2025 07:47
Last Modified: 12 Dec 2025 07:47
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/48344

Actions (login required)

View Item View Item