Chandra, Christy (2025) Implikasi Hukum Terhadap Akta Notaris Yang Dibuat Tidak Sesuai Kehendak Penghadap dan Tidak Ditandatangani Di Hadapannya (Studi Putusan Nomor 46/Pdt.G/2023/PN.Cbi). Masters thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of Halaman depan_Christy Chandra_217231005.pdf] Text
Halaman depan_Christy Chandra_217231005.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab isi_Christy Chandra_217231005.pdf] Text
Bab isi_Christy Chandra_217231005.pdf
Restricted to Registered users only

Download (31MB)
[thumbnail of Daftar pustaka_Christy Chandra_217231005.pdf] Text
Daftar pustaka_Christy Chandra_217231005.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of Lampiran_Christy Chandra_217231005.pdf] Text
Lampiran_Christy Chandra_217231005.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Akta otentik merupakan salah satu perwujudan terciptanya kepastian hukum dalam setiap interaksi yang dilakukan masyarakat dengan negara. Notaris diberi kewenangan oleh negara untuk melakukan pembuatan akta otentik sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keabsahan akta yang telah dibuat oleh Notaris, tetapi tidak di hadapan penghadap, yang mana isinya tidak sesuai kehendak penghadap dan tidak ditandatangani di hadapan Notaris serta pertimbangan hakim dalam menentukan bahwa Notaris telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum dalam Putusan Nomor 46/Pdt/G/2023/PN Cbi sebagai implementasi Undang-Undang tentang Jabatan Notaris. Jenis Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif-empiris dengan pendekatan terhadap kasus hukum (case study) dan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dengan menggunakan jenis data sekunder yang bersumber dari studi kepustakaan dan wawancara serta menggunakan teknik pengumpulan data analisis hukum dan preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keabsahan dan kekuatan hukum dari akta yang telah dibuat oleh Notaris, tetapi tidak di hadapan penghadap, yang mana isi akta tidak sesuai kehendak penghadap dan tidak ditandatangani di hadapan Notaris akan mengalami degradasi atau penurunan kekuatan pembuktian menjadi akta di bawah tangan dan Notaris dapat dikatakan telah melakukan perbuatan melawan hukum bila dapat dibuktikan di pengadilan, sebagaimana kasus dalam Putusan Nomor 46/Pdt.G/2023/PN Cbi yang menyebabkan akta dibatalkan, sehingga Notaris dapat diminta pertanggungjawaban baik secara perdata, pidana maupun administratif.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing : Dr. Tjempaka, S.H., M.H., M.Kn.
Uncontrolled Keywords: Akta Notaris, Kewenangan, Keabsahan, Perbuatan Melawan Hukum
Subjects: Tesis
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: FH Perpus
Date Deposited: 12 Dec 2025 06:58
Last Modified: 12 Dec 2025 06:58
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/48339

Actions (login required)

View Item View Item