Fahrani, Ahzaza (2025) Analisis Keabsahan Hukum Dengan Teknologi Artificial Intelegence Pada ChatGpt Sebagai Bantuan Hukum. Masters thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of Halaman depan_Ahzaza Fahrani_217222016.pdf] Text
Halaman depan_Ahzaza Fahrani_217222016.pdf

Download (302kB)
[thumbnail of Bab isi_Ahzaza Fahrani_217222016.pdf] Text
Bab isi_Ahzaza Fahrani_217222016.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of Daftar pustaka_Ahzaza Fahrani_217222016.pdf] Text
Daftar pustaka_Ahzaza Fahrani_217222016.pdf
Restricted to Registered users only

Download (113kB)
[thumbnail of Lampiran_Ahzaza Fahrani_217222016.pdf] Text
Lampiran_Ahzaza Fahrani_217222016.pdf
Restricted to Registered users only

Download (10MB)

Abstract

Teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi bagian integral dari berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang hukum, seperti analisis kontrak hingga prediksi hasil litigasi. Salah satu teknologi AI adalah ChatGPT mampu hasilkan teks koheren dan aktual. GPT dapat digunakan sebagai alat bantuan hukum. Namun, terdapat perdebatan seputar keabsahan jawaban yang diberikan oleh ChatGPT. Untuk itu perlu adanya pemahaman mendalam mengenai implikasi penggunaannya dalam bantuan hukum. Rumusan masalah dalam penelitian ini, keabsahan hukum dari analisis suatu perkara dengan teknologi AI pada ChatGPT, kekuatan hukum dari analisis suatu perkara dengan teknologi AI pada ChatGPT, kriteria keabsahan hukum yang harus dipertimbangkan, dan kevalidan analisis perkara hukum dengan ChatGPT. Metode penelitian ini adalah normatif yang menggunakan pendekatan yuridis normatif, teknik analisis data adalah analisis normatif. Hasil penelitian ini adalah Pertama, AI memiliki keabsahan hukum namun bersifat terbatas, Kedua, kekuatan hukum dari AI ataupun ChatGPT yang dapat dikategorikan sebagai Agen Elektronik ini didasarkan Pasal 1 angka 8 Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta Pasal 1 angka 1 PP PSTE. Ketiga, kriteria keabsahan hukum yang harus dipertimbangkan adalah memenuhi syarat formil dan syarat materiil suatu keabsahan hukum. Keempat, kevalidan yang dimiliki oleh ChatGPT tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan pengguna.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing : Dr. Gunawan Djajaputra, S.H., S.S., M.H
Uncontrolled Keywords: Keabsahan, Artificial Intelligence, Bantuan Hukum
Subjects: Tesis
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: FH Perpus
Date Deposited: 12 Dec 2025 03:06
Last Modified: 12 Dec 2025 03:06
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/48330

Actions (login required)

View Item View Item