Panjiyoga, Indrawienny (2025) Analisis Penerapan Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial Pada Terpidana Penyalahgunaan Narkotika (Studi Kasus Putusan Nomor 582/Pid.Sus /2021/PN.Jkt.Brt). Masters thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of Halaman depan_Indrawienny Panjiyoga_207231033.pdf] Text
Halaman depan_Indrawienny Panjiyoga_207231033.pdf

Download (404kB)
[thumbnail of Bab isi_Indrawienny Panjiyoga_207231033.pdf] Text
Bab isi_Indrawienny Panjiyoga_207231033.pdf
Restricted to Registered users only

Download (698kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_Indrawienny Panjiyoga_207231033.pdf] Text
Daftar Pustaka_Indrawienny Panjiyoga_207231033.pdf
Restricted to Registered users only

Download (131kB)
[thumbnail of Lampiran_Indrawienny Panjiyoga_207231033.pdf] Text
Lampiran_Indrawienny Panjiyoga_207231033.pdf
Restricted to Registered users only

Download (832kB)

Abstract

Dalam menangani kasus penyalahgunaan narkotika, pendekatan rehabilitasi medis dan sosial menjadi salah satu kebijakan strategis untuk mengatasi ketergantungan serta mencegah terjadinya pelanggaran ulang. Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana pengaturan rehabilitasi terhadap pengguna narkotika berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan bagaimana penerapan rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial terhadap terpidana penyalahgunaan narkotika dalam kasus Putusan Nomor 582/Pid.Sus/2021/ PN.Jkt.Brt. Metode penelitiannya adalah penelitian hukum yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika menetapkan bahwa pengguna narkotika di Indonesia dipandang sebagai korban yang memerlukan rehabilitasi, bukan sekadar pelaku kriminal. Pengaturan rehabilitasi ini bertujuan untuk membantu mereka mengatasi ketergantungan melalui rehabilitasi medis dan sosial agar dapat pulih serta kembali menjalani kehidupan produktif di masyarakat. Pengguna atau pecandu narkotika yang melaporkan diri atau dilaporkan oleh keluarganya ke lembaga yang berwenang berhak mendapat program rehabilitasi sebagai upaya perlindungan hukum dan kesehatan. Selain itu, dalam proses hukum, rehabilitasi dapat dijadikan alternatif hukuman untuk pengguna yang terbukti hanya sebagai korban penyalahgunaan narkotika. Dalam kasus Putusan Nomor 582/Pid.Sus/2021/PN.Jkt.Brt, penerapan rehabilitasi medis dan sosial terhadap terpidana penyalahgunaan narkotika menunjukkan penerapan pendekatan pemulihan dibandingkan pemidanaan murni. Putusan ini menunjukkan bahwa pengadilan mempertimbangkan status terpidana sebagai korban penyalahgunaan narkotika, bukan sebagai pelaku kejahatan yang harus menjalani hukuman penjara. Dalam kasus ini, rehabilitasi medis dan sosial diharapkan menjadi solusi yang lebih efektif untuk membantu terpidana mengatasi ketergantungan serta memulihkan kesehatan dan fungsi sosialnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: Pembimbing: Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H, M.H., M.Kn., M.M
Uncontrolled Keywords: Penerapan, Rehabilitasi Medis, Rehabilitasi Sosial, Terpidana, Narkotika
Subjects: Tesis
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: FH Perpus
Date Deposited: 12 Dec 2025 01:52
Last Modified: 12 Dec 2025 01:52
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/48316

Actions (login required)

View Item View Item