Idrus, Irwandhy (2025) Konstruksi Penyertaan Terhadap Peristiwa Tindak Pidana Penganiayaan (Studi Kasus: Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 4/Pid.Sus-Anak/2023/PN.Jkt.Sel). Masters thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
Halaman depan_Irwandhy Idrus_207231016.pdf Download (437kB) |
|
|
Text
Bab isi_Irwandhy Idrus_207231016.pdf Restricted to Registered users only Download (819kB) |
|
|
Text
Daftar pustaka_Irwandhy Idrus_207231016.pdf Restricted to Registered users only Download (108kB) |
|
|
Text
Lampiran_Irwandhy Idrus_207231016.pdf Restricted to Registered users only Download (782kB) |
Abstract
Penyertaan diatur dalam Pasal 55 dan 56 KUHP yang menegaskan bahwa setiap pihak yang berkontribusi terhadap terjadinya tindak pidana dapat dimintai pertanggungjawaban hukum sesuai dengan peran dan tingkat keterlibatannya. Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana predicate crime terhadap peristiwa tindak pidana penganiayaan pada kasus Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 4/Pid.Sus-Anak/2023/PN.Jkt.Sel dan bagaimana penyertaan terhadap Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 4/Pid.Sus-Anak/2023/PN.Jkt.Sel. Metode penelitiannya adalah penelitian hukum yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana penganiayaan dianggap sebagai predicate crime yang melanggar ketentuan hukum pidana. Penganiayaan yang dilakukan oleh anak juga diakui sebagai tindak pidana, yang memerlukan perhatian khusus dari sistem peradilan untuk menangani aspek rehabilitasi dan perlindungan anak. Penganiayaan yang terjadi dalam kasus ini menunjukkan adanya unsur niat jahat atau kesengajaan, yang menjadi dasar untuk menilai tingkat kesalahan pelaku. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 4/Pid.Sus-Anak/2023/PN.Jkt.Sel mencerminkan penilaian terhadap berbagai aspek, termasuk niat pelaku, pengaruh lingkungan, dan faktor-faktor yang mendorong terjadinya tindak pidana. Hal ini menjadi penting dalam menentukan hukuman yang proporsional dan rehabilitatif bagi pelaku, mengingat statusnya sebagai anak. Putusan ini menunjukkan pendekatan hukum yang lebih rehabilitatif dalam menangani pelaku anak yang terlibat dalam tindak pidana penganiayaan. Pengadilan mengedepankan prinsip pemulihan dan pembinaan, bukan sekedar hukuman, yang sejalan dengan perlindungan hak anak sesuai dengan UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Penyertaan terhadap Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 4/Pid.Sus-Anak/2023/PN.Jkt.Sel menegaskan pentingnya pendekatan rehabilitatif, perlindungan korban, dan edukasi hukum dalam sistem peradilan pidana anak. Dengan mengedepankan kesejahteraan anak, baik pelaku maupun korban, diharapkan keputusan yang diambil dapat menciptakan efek jera, mencegah terulangnya tindakan kekerasan, serta mendukung reintegrasi sosial pelaku ke dalam masyarakat.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: Prof. Dr. Amad Sudiro, S.H, M.H., M.Kn., M.M |
| Uncontrolled Keywords: | Konstruksi, Penyertaan, Tindak Pidana Penganiayaan |
| Subjects: | Tesis Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | FH Perpus |
| Date Deposited: | 12 Dec 2025 01:48 |
| Last Modified: | 12 Dec 2025 01:48 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/48315 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
