Setiawaty, Tiffany (2025) Perlindungan Hukum Terhadap Pemenang Lelang Negara Yang Tidak Mendapatkan Objek Lelang (Studi:Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta No. 14/P/FP/2019/PTUN.JKT). Masters thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
Halamn depan_Tiffany Setiawaty_207231027.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Bab isi_Tiffany Setiawaty_207231027.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
|
|
Text
Daftar pustaka_Tiffany Setiawaty_207231027.pdf Restricted to Registered users only Download (34kB) |
|
|
Text
Lampiran_Tiffany Setiawaty_207231027.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Lelang merupakan penjualan yang dilakukan terbuka untuk umum atas suatu barang yang nantinya akan disebut objek lelang dengan terlebih dahulu dilakukan pengumuman atas lelang tersebut, lelang dilakukan dengan penawaran harga yang semakin meningkat atau menurun hingga tercapai kata sepakat. Bentuk penjualan tersebut adalah penjualan umum dengan cara jual beli barang dan dilakukan secara terbuka untuk umum yang mana jual beli tersebut diikat oleh suatu perjanjian jual beli, dengan ketentuan yang diatur dalam Burgelik Wetbook. Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) merupakan lembaga penghubung antara penjual dan pembeli dalam lelang. Pada prakteknya masih banyak masalah yang terjadi dalam dunia perlelangan, salah satunya apabila barang (aset) merupakan aset sitaan dari terpidana korupsi, yang kemudian dieksekusi dengan cara dilelang oleh pejabat negara, dimana hasil lelang tersebut merupakan pengganti uang kerugian negara. Seluruh tahapan dan prosedur dalam pelaksanaan lelang tersebut telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Peserta lelang yang telah dinyatakan sebagai pemenang lelang maka statusnya berubah menjadi pembeli lelang. Pembeli lelang telah membayar harga lelang yang sudah disepakati antara penjual lelang dengan pembeli lelang, namun pada waktu penyerahan objek lelang tiba, penjual lelang tidak mau menyerahkan objek lelang tersebut kepada pembeli lelang dengan alasan menerapkan prinsip kehati-hatian dan kecermatan karena adanya keberatan dari pihak ketiga (ahli waris dari Terpidana Korupsi) dalam pelaksanaan lelang tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yaitu yuridis normatif. Perlu adanya suatu peraturan yang dapat melindungi hak-hak dari pemenang lelang. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum bagi pemenang lelang negara yang tidak mendapatkan obyek lelang dan Upaya hukum yang dapat dilakukan oleh pemenang lelang yang tidak mendapatkan haknya berupa obyek lelang.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: Prof. Dr. Rasji, S.H., M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | Lelang, Jual Beli, Sita Eksekusi |
| Subjects: | Tesis Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | FH Perpus |
| Date Deposited: | 11 Dec 2025 09:05 |
| Last Modified: | 11 Dec 2025 09:05 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/48306 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
