Sharky, Yoliandri Nur (2024) Wanprestasi dalam Perjanjian Hutang Piutang tanpa Jaminan Berdasarkan Aspek Hukum Perdata (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Nomor 50/Pdt.G/2022/PN Sgl). Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
Halaman Depan_Yoliandri Nur Sharky_205200191.pdf Download (172kB) |
|
|
Text
Bab isi_Yoliandri Nur Sharky_205200191.pdf Restricted to Registered users only Download (396kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_Yoliandri Nur Sharky_205200191.pdf Download (123kB) |
|
|
Text
Lampiran_Yoliandri Nur Sharky_205200191.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Manusia sebagai makhluk sosial memiliki rasa saling membutuhkan satu sama lain. Dalam kesehariannya interaksi dari satu individu dengan lainnya menimbulkan suatu perjanjian agar terciptanya rasa saling tolong menolong satu sama lain. Perjanjian hutang piutang merupakan suatu kesepakatan hukum yang dibuat oleh satu pihak yang meminjamkan (kreditur) dan pihak lain yang dipinjamkan (debitur) untuk memastikan agar kesepaktan tersebut dapat dikembalikan dalam jangka waktu yang sudah dibatasi. Wanpretasi Merupakan bentuk dari kelalaian seseorang terhadap ketidak pemenuhannya suatu prestasi yang tidak dilaksanakan. Dalam hal ini penulis mengambil contoh kasus perkara yang terjadi pada putusan no 50/Pdt.G/2022/PN Sgl. Yang mana putusan tersebut menjelaskan bahwa terdapat wanprestasi akibat hutang piutang yang tidak dilaksanakannya. Maka dalam hal ini terdapat permasalahan yang dikaji yang pertama Bagaimana implikasi atas wanprestasi terhadap hutang piutang tanpa jaminan; dan yang kedua Bagaimana upaya hukum yang dapat dilakukan oleh debitur terhadap wanprestasi hutang piutang tanpa jaminan? Dengan memakai metode penelitan yuridis normatif yang mengutamakan penalaran dari undang-undang, dan teori-teori serta lebih ditekankan degan hasil wawancara pihak-pihak praktisi hukum yang direalisasikan melalui hakim dan pengacara/advokat. Pada akhir dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat dampak kerugian yang didapat untuk para pihak. Dimulai dari Penggugat yang tidak mendapat sisa uang yang telah dipinjami dan ditolaknya sita jaminan oleh hakim dalam putusan tersebut yang menyebabkan tidak adanya jaminan yang bisa mengganti kerugian tersebut serta bagi tergugat yang harus membayar kerugiannya dan harus membayar biaya perkara. Upaya hukum yang dapat tergugat lakukan ialah mengganti biaya, dan rugi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: Dr. Gunawan Djajaputra, S.H., S.S., M.H |
| Uncontrolled Keywords: | Wanprestasi, Perjanjian, Hutang-piutang, Jaminan |
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | FH Perpus |
| Date Deposited: | 08 Jul 2025 02:58 |
| Last Modified: | 08 Jul 2025 02:58 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/47723 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
