Oktavia, Vanessia (2024) Tinjauan Yuridis Pemanfaatan Tanah Timbul (Studi Tentang Status Hukum Dan Pemanfaatan Tanah Timbul Di Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung). Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
Halaman Depan_Vanessia Oktavia_205200002.pdf Download (404kB) |
|
|
Text
Bab isi_Vanessia Oktavia_205200002.pdf Restricted to Registered users only Download (698kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_Vanessia Oktavia_205200002.pdf Download (125kB) |
|
|
Text
Lampiran_Vanessia Oktavia_205200002.pdf Restricted to Registered users only Download (247kB) |
Abstract
Tanah merupakan permukaan bumi, dengan demikian hak atas tanah adalah hak atas permukaan bumi. Tanah merupakan sumber daya yang sangat berarti bagi kehidupan beragam makhluk hidup, termasuk manusia. Dalam Hukum Agraria muncul istilah baru mengenai tanah yaitu tanah timbul. Tanah timbul adalah tanah yang keberadaannya disebabkan oleh adanya pengendapan air sungai, pendangkalan pantai, danau atau rawa. Tanah timbul banyak terdapat di berbagai daerah salah satunya di Desa Kelapa Kepulauan Bangka Belitung. Tanah timbul merupakan tanah yang belum dilekatkan hak, sehingga status hukum tanah timbul adalah dalam penguasaan negara, namun tanah timbul banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan demikian penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan tanah timbul (studi tentang status hukum dan pemanfaatan tanah timbul di kabupaten bangka, kepulauan bangka belitung). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis empiris yang diawali dengan penelitian hukum normatif. Spesifikasi penelitian yaitu preskriptif. Jenis data penelitian normatif adalah data sekunder, data sekunder terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan, wawancara dan observasi. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan undang-undang. Teknik analisis data menggunakan kualitatif. Berdasarkan hasil yang didapatkan bahwa pemanfaatan tanah timbul ini dilakukan tanpa izin dengan pemerintah setempat, sehingga setiap individu yang bermaksud menguasai tanah timbul diwajibkan memperoleh izin terlebih dahulu dari negara. Izin ini diperoleh melalui proses administratif yang melibatkan pihak berwenang yaitu Badan Pertanahan Nasional.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: Prof. Dr. Tundjung H.S.,S.H.,C.N.,M.Hum |
| Uncontrolled Keywords: | Tanah Timbul, Badan Pertanahan Nasional, Hukum Agraria |
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | FH Perpus |
| Date Deposited: | 08 Jul 2025 03:08 |
| Last Modified: | 08 Jul 2025 03:08 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/47720 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
