Usman, Raphaellee Peters Putra (2024) Perjanjian Elektronik Yang Dibuat Oleh Anak di Bawah Umur Berdasarkan Hukum Perdata di Indonesia. Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of Halaman Depan_Raphaelle Peters Putra Usman_205200190.pdf] Text
Halaman Depan_Raphaelle Peters Putra Usman_205200190.pdf

Download (421kB)
[thumbnail of Bab isi_Raphaelle Peters Putra Usman_205200190.pdf] Text
Bab isi_Raphaelle Peters Putra Usman_205200190.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_Raphaelle Peters Putra Usman_205200190.pdf] Text
Daftar Pustaka_Raphaelle Peters Putra Usman_205200190.pdf

Download (164kB)
[thumbnail of Lampiran_Raphaelle Peters Putra Usman_205200190.pdf] Text
Lampiran_Raphaelle Peters Putra Usman_205200190.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas dan implikasi hukum dari perjanjian elektronik yang dibuat oleh anak di bawah umur dalam konteks hukum perdata Indonesia. Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, penggunaan perjanjian elektronik menjadi semakin umum, termasuk oleh anak-anak di bawah umur yang sering kali tidak menyadari implikasi hukum dari tindakan mereka. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan yang mencakup literatur hukum, peraturan perundang-undangan, dan putusan pengadilan terkait. Penelitian ini juga mengkaji beberapa kasus perjanjian elektronik yang melibatkan anak di bawah umur untuk memberikan gambaran nyata mengenai penerapan hukum yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Hukum Perdata Indonesia, anak di bawah umur dianggap belum cakap hukum untuk membuat perjanjian yang mengikat, termasuk perjanjian elektronik. Ketidakcakapan ini diatur dalam Pasal 1330 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) yang menyatakan bahwa anak di bawah umur tidak dapat membuat perjanjian yang sah. Selain itu, perjanjian yang dibuat oleh anak di bawah umur dapat dibatalkan atau dianggap tidak sah oleh pengadilan jika terbukti bahwa pihak lain dalam perjanjian tersebut mengetahui atau seharusnya mengetahui ketidakcakapan hukum anak tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : Moody Rizqy Syailendra P., S.H., M.H.
Uncontrolled Keywords: Perjanjian, kontrak, Anak di bawah umur
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: FH Perpus
Date Deposited: 07 Jul 2025 08:29
Last Modified: 07 Jul 2025 08:29
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/47700

Actions (login required)

View Item View Item