Putra, Raynaldo Handojo (2024) Analisis Terhadap Gugatan Tidak Dapat Diterima (Niet Onvantkelijke Verklaard) Perkara Gugatan Cerai (Studi Putusan Nomor 268/PDT/2021/PT.SBY). Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of Halaman Depan_Raynaldo Handojo Putra_205200066.pdf] Text
Halaman Depan_Raynaldo Handojo Putra_205200066.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab isi_Raynaldo Handojo Putra_205200066.pdf] Text
Bab isi_Raynaldo Handojo Putra_205200066.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (16MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_Raynaldo Handojo Putra_205200066.pdf] Text
Daftar Pustaka_Raynaldo Handojo Putra_205200066.pdf

Download (889kB)
[thumbnail of Lampiran_Raynaldo Handojo Putra_205200066.pdf] Text
Lampiran_Raynaldo Handojo Putra_205200066.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Perceraian merupakan suatu pemutusan hubungan perkawinan antara dua belah pihak. Gugatan tidak dapat diterima (Niet Onvantkelijke Verklaard) merupakan suatu gugatan yang memiliki sebuah cacat formil didalamnya. Gugatan yang mengandung cacat formil disebabkan oleh beberapa syarat diantaranya gugatan tidak berdasarkan hukum, gugatan melanggar kompetensi pengadilan, gugatan error in persona, gugatan nebis in idem, gugatan kabur dan gugatan tidak memiliki kepentingan hukum. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya hukum yang dapat dilakukan terhadap Gugatan Tidak Dapat Diterima (Niet Onvantkelijke Verklaard) berdasarkan putusan nomor 268/PDT/2021/PT. SBY. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan upaya hukum apa yang dapat dilakukan terhadap gugatan tidak dapat diterima. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, berdasarkan studi kasus, peraturan perundang-undangan, dan beberapa bahan hukum lainnya. Sumber data penelitian ini berasal dari putusan pengadilan, peraturan perundang-undangan, dan wawancara. Penelitian ini bersifat preskriptif analisis. Putusan nomor 268/PDT/2021/PT.SBY terdapat kejanggalan dalam putusannya, majelis hakim menilai bahwa gugatan penggugat tidak dapat diterima hal tersebut disebabkan oleh tidak adanya hal baru yang perlu dipertimbangkan. Hasil dan kesimpulan dari penelitian terdapat dua upaya hukum yang dapat dilakukan jika suatu gugatan perceraian tidak dapat diterima, yaitu menaikkan tingkatan peradilan, dan mengajukan gugatan ulang pada pengadilan negeri yang sama.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: Mia Hadiati, S.H., M.Hum.
Uncontrolled Keywords: Perceraian, Gugatan, Tidak Dapat Diterima.
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: FH Perpus
Date Deposited: 07 Jul 2025 08:33
Last Modified: 07 Jul 2025 08:33
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/47698

Actions (login required)

View Item View Item