Pratama, Muhammad Fachrisyah (2024) Legalitas Pencatatan Perkawinan Beda Agama Berdasarkan Undang-undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 (Studi Kasus Putusan Nomor 131/Pdt.P/2021/PN JKT.SEL). Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
Halaman Depan_Muhammad Fachrisyah Pratama_205190098.pdf Download (280kB) |
|
|
Text
Bab isi_Muhammad Fachrisyah Pratama_205190098.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_Muhammad Fachrisyah Pratama_205190098.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Lampiran_Muhammad Fachrisyah Pratama_205190098.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Di Indonesia, perkawinan dianggap sah apabila memenuhi persyaratan yang diuraikan Undang-Undang Perkawinan. Standar agama yang dianut setiap orang menentukan sah atau tidaknya sebuah perkawinan. Sebuah perkawinan dikatakan sah apabila dilangsungkan sejalan dengan keyakinan para pihak dan norma-norma agama masing-masing; perkawinan tidak diakui jika hubungan dua orang dilarang oleh peraturan yang relevan atau norma-norma agama yang dianut oleh para pihak. Pada kenyataannya, banyak pasangan yang menganut berbagai agama memilih untuk melangsungkan perkawinan dengan tetap berpegang teguh pada keyakinan mereka, yang menyebabkan banyak perkawinan beda agama. Prosedur pengesahan dan pencatatan pernikahan dapat menjadi rumit karena keadaan ini. Berdasarkan hal tersebut, maka timbul permasalahan Bagaimana legalitas pencatatan perkawinan beda agama yang dicatatkan di kantor catatan sipil (studi kasus putusan nomor 131/Pdt.P/2021/PN.Jkt.Sel)?. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis legalitas izin pencatatan perkawinan beda agama di Kantor Catatan Sipil. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwasanya Pertimbangan hukum yang lebih komprehensif perlu dilakukan, mengingat Undang-Undang Perkawinan mengatur bahwa perkawinan sah jika dilangsungkan menurut hukum agama dan kepercayaan masing-masing pihak. penelitian ini menekankan bahwa keputusan hakim tidak seharusnya hanya berlandaskan pada aspek administratif. Penting bagi hakim untuk juga memperhitungkan prinsip-prinsip hukum perkawinan, serta nilai-nilai sosial, budaya, dan agama yang berlaku di Indonesia. Hal ini untuk memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil dapat mencerminkan keadilan dan tidak merugikan salah satu pihak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Dosen Pembimbing : Mia Hadiati, S.H., M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | legalitas, perkawinan beda agama, Undang-Undang Perkawinan. |
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | FH Perpus |
| Date Deposited: | 07 Jul 2025 07:26 |
| Last Modified: | 07 Jul 2025 07:26 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/47686 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
