Purnama, Ferdinand (2024) Dampak Hukum Bagi Tentara Bayaran Yang Melakukan Eksekusi Terhadap Tahanan Perang (Studi Kasus Legiun Georgia). Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
Halaman Depan_Ferdinand Purnama_205200090.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Bab isi_Ferdinand Purnama_205200090.pdf Restricted to Registered users only Download (17MB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_Ferdinand Purnama_205200090.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Lampiran_Ferdinand Purnama_205200090.pdf Restricted to Registered users only Download (782kB) |
Abstract
Penggunaan tentara bayaran dalam perang menimbulkan tantangan hukum yang rumit dan telah menjadi topik perdebatan selama beberapa dekade. Salah satu kekhawatiran utama terkait penggunaan tentara bayaran adalah perlakuan mereka sebagai tahanan perang ketika ditangkap oleh pasukan musuh. Beberapa ahli berpendapat bahwa tentara bayaran adalah kombatan yang bisa disewa, namun ada juga yang berpendapat bahwa tentara bayaran adalah penjahat yang harus bertanggung jawab atas tindakan mereka. Studi ini berfokus pada mengkaji konsekuensi hukum yang dihadapi tentara bayaran karena mengeksekusi tahanan perang (POW) dari kekuatan musuh. Terutama berfokus pada kasus Legiun Georgia Ukraina. Legiun Georgia adalah unit tentara Ukraina yang dibentuk oleh sebagian besar warga Negara Georgia dan warga negara asing lainnya yang berpartisipasi dalam pertempuran melawan pasukan Separatis dan Rusia selama konflik Rusia-Ukraina saat ini. Negara Ukraina sendiri merupakan salah satu negara penandatanganan Konvensi Tentara Bayaran PBB tahun 2001 yang melarang perekrutan, pelatihan, penggunaan dan pendanaan tentara bayaran. Pada bulan Maret 2022, sebuah video muncul di Media Sosial Telegram Rusia dan Ukraina yang memperlihatkan anggota Legiun Georgia yang mengeksekusi sekelompok tahanan perang Rusia selama pertempuran di Kiev. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian hukum normatif yang berfokus pada analisis undang-undang, doktrin hukum, dan literatur hukum lain yang relevan. Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa Ukraina memanfaatkan celah Konvensi Tentara Bayaran PBB dengan memberikan kewarganegaraan kepada anggota Legiun Georgia dan mengklaim bahwa Legiun Georgia adalah unit sukarelawan bukan tentara bayaran yang berjuang untuk tentara Ukraina.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: Dr. Ida Kurnia, S.H., M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | Tentara Bayaran, Kejahatan Perang, Hukum Humaniter Internasional |
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | FH Perpus |
| Date Deposited: | 07 Jul 2025 02:33 |
| Last Modified: | 07 Jul 2025 02:33 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/47648 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
