Chrisya, Evangeline Amanta (2024) Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Tindak Pidana Pelecehan Seksual oleh Pengidap Fetishistic Disorder. Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
Halaman Depan_Evangeline Amanta Chrisya_205200139.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Bab isi_Evangeline Amanta Chrisya_205200139.pdf Restricted to Registered users only Download (22MB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_Evangeline Amanta Chrisya_205200139.pdf Download (910kB) |
|
|
Text
Lampiran_Evangeline Amanta Chrisya_205200139.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
Pelecehan seksual yang dilakukan oleh pengidap fetish sudah menjadi masalah sosial dalam masyarakat Indonesia. Namun, pada kenyataannya masih adanya kekosongan hukum dalam tindak pidana pelecehan seksual yang dilakukan oleh pengidap fetish. Oleh sebab itu, sulit untuk membuat pelaku pelecehan seksual yang mengidap fetishistic disorder untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana pelecehan seksual yang dilakukan oleh pengidap fetishistic disorder dalam perspektif hukum pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif kualitatif dengan pendekatan terhadap undang-undang. Data yang digunakan dalam penelitian didapatkan melalui bahan hukum primer, sekunder dan tersier melalui studi kepustakaan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum pidana di Indonesia, pelecehan seksual yang melibatkan pengidap fetishistic disorder masih belum diatur secara komprehensif. Penelitian ini mengkaji batasan hukum dan pengaturan pelecehan seksual dengan gangguan fetisisme di Indonesia. Penelitian ini mengkaji definisi hukum pelecehan seksual dan pertanggungjawaban pidana individu dengan gangguan fetisisme, dengan mempertimbangkan ketentuan hukum dan implikasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Penelitian ini juga mengkaji klasifikasi hukum gangguan fetisisme sebagai tindak pidana dan implikasinya terhadap pertanggungjawaban pidana individu dengan gangguan fetisisme. Penelitian ini membahas persyaratan hukum pertanggungjawaban pidana, termasuk unsur kesengajaan dan kelalaian, serta akibat hukum bagi individu yang terbukti bersalah melakukan pelecehan seksual dengan gangguan fetisisme. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa kerangka hukum di Indonesia menyediakan kerangka kerja yang komprehensif untuk menangani pelecehan seksual yang melibatkan gangguan fetisisme. Namun, studi ini juga menyoroti perlunya klarifikasi hukum lebih lanjut dan pengembangan strategi hukum untuk mengatasi tantangan khusus yang ditimbulkan oleh gangguan fetisisme dalam konteks pelecehan seksual.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: Dr. Hery Firmansyah, S.H., M.Hum., MPA. |
| Uncontrolled Keywords: | Fetishistic Disorder, Pelecehan seksual, Pertanggungjawaban Pidana. |
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | FH Perpus |
| Date Deposited: | 04 Jul 2025 08:15 |
| Last Modified: | 04 Jul 2025 08:15 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/47640 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
