Nainggolan, Elisabeth Deo Angel (2024) Samenvoeging van Vordering dalam Sengketa Merek (Studi Putusan Kasasi Mahkamah Agung No. 796 K/Pdt.SUS-HKI/2023). Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of Halaman Depan_Elisabeth Deo A.N_205200223.pdf] Text
Halaman Depan_Elisabeth Deo A.N_205200223.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab isi_Elisabeth Deo A.N_205200223.pdf] Text
Bab isi_Elisabeth Deo A.N_205200223.pdf
Restricted to Registered users only

Download (19MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_Elisabeth Deo A.N_205200223.pdf] Text
Daftar Pustaka_Elisabeth Deo A.N_205200223.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Lampiran_Elisabeth Deo A.N_205200223.pdf] Text
Lampiran_Elisabeth Deo A.N_205200223.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Permasalahan dalam mendaftarkan merek yang secara konseptual identik dengan merek lain dapat diselesaikan dengan mengajukan gugatan pembatalan merek. Namun dalam mempersiapkan gugatan, pemilik atau kuasa hukumnya harus mempersiapkan gugatannya dengan benar dan langsung pada intinya. Hal ini dikarenakan sering ditemukan tuntutan hukum yang isinya tidak konsisten sehingga menyebabkan tuntutan hukum menjadi kabur dan tidak jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kombinasi gugatan pembatalan merek dan gugatan pelanggaran merek serta tanggung jawab Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual terhadap merek yang sejenis dengan merek lain. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif yang dilakukan dengan studi kepustakaan yang didukung oleh data primer dan sekunder yang diperoleh dari wawancara dan bahan hukum terkait. Penelitian ini menunjukkan bahwa pencampuran gugatan pembatalan merek dan gugatan pelanggaran merek tidak dapat dipenuhi karena pihak yang berbeda dijadikan tergugat. Jawaban permasalahannya adalah, dalam gugatan pembatalan merek, tergugat adalah pemilik merek terdaftar, sedangkan dalam gugatan pelanggaran merek, tergugat adalah pihak yang tidak mempunyai hak atau izin untuk menggunakan merek tersebut. Selain itu tanggung jawab yang harus diemban oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual terhadap pendaftaran merek yang tidak boleh didaftarkan adalah membatalkan merek yang mempunyai kesamaan apabila ada keputusan hakim yang menyatakan bahwa merek tersebut harus dibatalkan. Namun, tanpa adanya keputusan yang menyatakan hal tersebut, pembatalan merek tidak dapat dilakukan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: Dr. R. Rahaditya, S.H., M.H.
Uncontrolled Keywords: Gugatan Pembatalan Merek; Penggabungan Gugatan; Merek
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: FH Perpus
Date Deposited: 04 Jul 2025 08:01
Last Modified: 04 Jul 2025 08:01
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/47637

Actions (login required)

View Item View Item