Patricia, Viane (2025) Efektivitas Implementasi Undang-Undang Perlindungan Anak dalam Menjamin Keadilan bagi Anak Korban Pelecehan Seksual: Studi Putusan No 1/Pid.Sus-Anak/2020/PT GTO. Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of Halaman Depan_Viane Patricia_205210133.pdf] Text
Halaman Depan_Viane Patricia_205210133.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Bab isi_Viane Patricia_205210133.pdf] Text
Bab isi_Viane Patricia_205210133.pdf
Restricted to Registered users only

Download (26MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_Viane Patricia_205210133.pdf] Text
Daftar Pustaka_Viane Patricia_205210133.pdf

Download (944kB)
[thumbnail of Lampiran_Viane Patricia_205210133.pdf] Text
Lampiran_Viane Patricia_205210133.pdf
Restricted to Registered users only

Download (15MB)

Abstract

Anak merupakan subjek hukum yang memiliki hak konstitusional untuk mendapatkan perlindungan, sebagaimana ditegaskan dalam berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia. Sebagai tunas bangsa dan generasi penerus, anak memiliki hak atas perlindungan dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, serta pelanggaran terhadap hak-hak sipil dan kebebasan mereka. Dalam konteks kekerasan seksual, anak-anak yang menjadi korban menghadapi kerugian yang signifikan, baik secara fisik maupun emosional. Kekerasan seksual sendiri diartikan sebagai segala bentuk tindakan yang berorientasi pada seksual yang dilakukan tanpa persetujuan korban, menyebabkan rasa malu, trauma, marah, serta berbagai dampak negatif lainnya. Korban anak dari kekerasan seksual membutuhkan perlindungan hukum yang komprehensif untuk memastikan pemulihan dan rasa aman, sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 1 butir 6 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Undang-undang ini menggarisbawahi bahwa perlindungan mencakup segala upaya pemenuhan hak dan pemberian bantuan kepada korban melalui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) atau lembaga lain sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam meneliti kasus kekerasan seksual terhadap anak, penulis menggunakan jenis penelitian normatif dan empiris dengan metode deskriptif. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran rinci mengenai implementasi perlindungan hukum dan pelaksanaan restitusi bagi korban kekerasan seksual. Berdasarkan hasil analisis, dampak dari tidak terpenuhinya hak restitusi korban anak pelecehan seksual sesuai dengan putusan No. 1/pid.sus-anak/2020/PT GTO meliputi dampak fisik, psikis, dan sosial. Secara fisik, korban sering kali mengalami trauma seksual yang dapat berdampak pada keengganan mereka untuk menjalin hubungan seksual di masa depan. Dampak psikis mencakup depresi, mimpi buruk, kecemasan, fobia, hingga trauma mendalam yang mengganggu kesehatan mental anak. Sementara itu, dampak sosial termasuk stigmatisasi dari masyarakat, kesulitan dalam bersosialisasi, serta potensi gangguan terhadap proses pendidikan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, pelaksanaan restitusi menjadi hal yang sangat penting, baik sebagai bentuk pemulihan hak-hak korban maupun sebagai bagian dari keadilan yang harus diberikan oleh sistem hukum.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: Hery Firmansyah, S.H., M.Hum., MPA
Uncontrolled Keywords: Anak, Korban, Pelecehan, Perlindungan
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: FH Perpus
Date Deposited: 03 Jul 2025 08:18
Last Modified: 03 Jul 2025 08:18
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/47603

Actions (login required)

View Item View Item