Ningrum, Valencia Prasetyo (2025) Penegakan Hukum Lingkungan Secara Perdata dalam Kasus Pencemaran Sungai yang Dilakukan oleh Industri (Analisis Putusan Nomor 249/Pdt.G/Lh/2020/Pn Blb). Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
Halaman Depan_Valencia Prasetyo_205210095.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Bab isi_Valencia Prasetyo_205210095.pdf Restricted to Registered users only Download (19MB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_Valencia Prasetyo_205210095.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Lampiran_Valencia Prasetyo_205210095.pdf Restricted to Registered users only Download (22MB) |
Abstract
Air merupakan elemen esensial kehidupan manusia, sehingga kualitas dan ketersediaannya harus dijaga. Salah satu sumber air utama yang sering dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia adalah sungai. Namun, sering kali banyak oknum yang kurang bertanggung jawab, khususnya industri, dalam melakukan pembuangan limbah sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan yang nantinya akan merugikan banyak pihak dan lingkungan sekitar. Salah satu kasus pencemaran sungai yang menjadi perhatian adalah yang dilakukan oleh PT Bina Usaha Cipta Prima pada Sungai Cibaligo, sebagaimana terungkap dalam Putusan Pengadilan Nomor 249/PDT.G/LH/2020/PN Blb. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum lingkungan dalam aspek perdata terhadap industri pencemaran sungai berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui kajian literatur dan wawancara mendalam dengan narasumber terkait. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif-analitis untuk menghubungkan teori hukum lingkungan dengan praktik hukum perdata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum perdata terhadap pencemaran lingkungan oleh industri sering kali terhambat oleh proses hukum yang panjang dan kurangnya kesadaran masyarakat akan hak-hak mereka. Dalam kasus PT Bina Usaha Cipta Prima, pengadilan memutuskan bahwa perusahaan bersalah dan diwajibkan membayar ganti rugi, namun pemulihan lingkungan belum optimal. Selain itu, kurangnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kendala dalam implementasi hukum lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa hukum lingkungan perdata memiliki potensi untuk memberikan efek jera kepada pelaku pencemaran, namun efektivitasnya memerlukan dukungan pengawasan yang ketat, edukasi masyarakat, serta penegakan hukum yang konsisten.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : Prof. Dr. Mella Ismelina F.R., S.H., M.Hum |
| Uncontrolled Keywords: | Industri, Pencemaran Sungai, Hukum Perdata |
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | FH Perpus |
| Date Deposited: | 03 Jul 2025 08:02 |
| Last Modified: | 03 Jul 2025 08:02 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/47599 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
