Ismantara, Stefany (2025) Analisis Perlindungan Hukum terhadap Ciptaan yang Digunakan sebagai Data Pelatihan Generative Artificial Intelligence di Indonesia. Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
Halaman Depan_Stefany Ismantara_205210199.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Bab isi_Stefany Ismantara_205210199.pdf Restricted to Registered users only Download (45MB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_Stefany Ismantara_205210199.pdf Download (2MB) |
|
|
Text
Lampiran_Stefany Ismantara_205210199.pdf Restricted to Registered users only Download (6MB) |
Abstract
Seiring dengan perkembangan zaman, hukum hak cipta menghadapi tantangan perkembangan teknologi yang memunculkan generative AI, khususnya terhadap penggunaan Ciptaan sebagai data pelatihan generative AI. Generative AI menghasilkan konten baru yang dihasilkan dari pelatihan jutaan hingga miliaran data, termasuk karya cipta berlisensi yang tersebar di internet. Penggunaan tersebut seringkali gagal untuk memenuhi hak cipta kepada para pemegang hak cipta. Penelitian ini mengkaji perlindungan hukum terhadap Ciptaan yang digunakan sebagai data pelatihan generative AI dan menawarkan solusi hukum atas permasalahan tersebut. Penelitian ini normatif dilakukan dengan melakukan studi kasus menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif dengan memerhatikan perspektif akademisi dan praktisi hak cipta. Secara substansial, lanskap hukum di Indonesia saat ini telah mengakomodir perlindungan terhadap Ciptaan yang digunakan sebagai data pelatihan generative AI, meskipun tidak secara eksplisit. Namun implementasinya terkendala beban pembuktian pelanggaran yang menyulitkan Pencipta karena kurangnya transparansi dari pihak pengembang generative AI. Studi komparatif terhadap hukum Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa menghasilkan penemuan solusi berupa pembentukan regulasi UU AI berbasis transparansi, mencakup kewajiban pengungkapan data pelatihan dan status generative AI. Selain itu, sistem blanket license yang diatur dalam Permenkumham 15/2024 perlu diintegrasikan dengan sistem POP HC untuk memastikan pengembang AI dapat menyelesaikan permasalahan lisensi, sekaligus memberikan hak ekonomi yang adil bagi Pencipta. Dalam memastikan kepastian hukum dalam implementasi peraturan dan sistem yang ada, diperlukan revisi terhadap UU 28/2014 agar dapat mengakomodir aspek-aspek tersebut. Setelah itu, dapat dilakukan sinkronisasi dengan peraturan-peraturan yang eksisting. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara perkembangan teknologi dan perlindungan hak cipta di Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing : Dr. Wilma Silalahi, S.H., M.H |
| Uncontrolled Keywords: | Hak Cipta, Generative AI, Ciptaan |
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | FH Perpus |
| Date Deposited: | 03 Jul 2025 03:53 |
| Last Modified: | 03 Jul 2025 03:53 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/47585 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
