Liunda, Sheren Agapena Hosaya (2025) Analisis Gugatan Pembatalan Merek Terkenal "BIOSTIME" di Indonesia Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of Halaman depan_Sheren Agapena Hosaya Liunda_205210209.pdf] Text
Halaman depan_Sheren Agapena Hosaya Liunda_205210209.pdf

Download (468kB)
[thumbnail of Bab isi_Sheren Agapena Hosaya Liunda_205210209.pdf] Text
Bab isi_Sheren Agapena Hosaya Liunda_205210209.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_Sheren Agapena Hosaya Liunda_205210209.pdf] Text
Daftar Pustaka_Sheren Agapena Hosaya Liunda_205210209.pdf

Download (303kB)
[thumbnail of Lampiran_Sheren Agapena Hosaya Liunda_205210209.pdf] Text
Lampiran_Sheren Agapena Hosaya Liunda_205210209.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Indonesia menganut sistem first to file pada pendaftaran merek, dimana merek yang akan mendapatkan perlindungan adalah merek yang pertama kali terdaftar di DJKI. Selain itu, pemilik merek juga dapat mengajukan gugatan pembatalan apabila terdapat pihak yang merugikan. Permasalahan pada penelitian ini adalah perbedaan Keputusan hakim pada tingkat Pengadilan Niaga, Kasasi Mahkamah Agung, dan Peninjauan Kembali mengenai merek terkenal dan kesesuaian mengenai kesesuaian gugatan pembatalan merek “BIOSTIME” dengan UU MIG Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif. Hasil analisis yang didapat ialah hakim pengadilan niaga, kasasi mahkamah agung, dan peninjauan kembali memiliki perbedaan keyakinan hukum pada sistem first to file yang digunakan dan gugatan pembatalan yang dilakukan H&H HK Ltd. sudah sesuai dengan UU MIG dimana merek ”BIOSTIME” milik H&H HK Ltd. sudah seharusnya mendapat perlindungan sebagai merek terkenal karena jauh lebih dulu menggunakan merek ”BIOSTIME” dan mendaftarkan mereknya di beberapa negara. Saran yang diberikan adalah kepada Pemerintah, DJKI, Masyarakat, dan Pengusaha secara menyeluruh adalah pemerintah perlu lebih merinci kriteria merek terkenal, DJKI disarankan memiliki database merek terkenal, Masyarakat harus menaati UU MIG dan melakukan riset sebelum mendaftarkan merek, sedangkan pengusaha disarankan menggunakan jasa konsultan Kekayaan Intelektual.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : Christine S.T. Kansil, S.H., M.H.
Uncontrolled Keywords: Gugatan Pembatalan Merek, Merek Terkenal, Kekayaan Intelektual
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: FH Perpus
Date Deposited: 03 Jul 2025 03:40
Last Modified: 03 Jul 2025 03:40
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/47580

Actions (login required)

View Item View Item