Mardianto, Sebastian Edward (2025) Analisis Pembatalan Merek "EV ELECTROVOICE" Terdaftar Yang Dilakukan Oleh Merek Terkenal "ELECTRO-VOICE" Yang Belum Terdaftar (Studi Kasus Putusan Nomor 652 K/Pdt.Sus-HKI/2024). Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of Halaman depan_Sebastian Edward Mardianto_205210285.pdf] Text
Halaman depan_Sebastian Edward Mardianto_205210285.pdf

Download (802kB)
[thumbnail of Bab isi_Sebastian Edward Mardianto_205210285.pdf] Text
Bab isi_Sebastian Edward Mardianto_205210285.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_Sebastian Edward Mardianto_205210285.pdf] Text
Daftar Pustaka_Sebastian Edward Mardianto_205210285.pdf

Download (282kB)
[thumbnail of Lampiran_Sebastian Edward Mardianto_205210285.pdf] Text
Lampiran_Sebastian Edward Mardianto_205210285.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Persaingan usaha yang tidak sehat dapat menyebabkan dampak negatif pada pelaku usaha, terutama jika melibatkan pelanggaran hak kekayaan intelektual seperti merek. Merek terkenal, meskipun belum terdaftar, sering kali menjadi target tindakan tidak beritikad baik, seperti pada kasus pembatalan merek EV ELECTROVOICE yang melibatkan merek terkenal ELECTRO-VOICE. Penelitian ini menganalisis perlindungan hukum terhadap merek terkenal yang belum terdaftar di Indonesia berdasarkan Putusan Nomor 652 K/Pdt.Sus-HKI/2024, serta penerapan sistem First to File di Indonesia menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Studi ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan tambahan sumber wawancara yang menggunakan pendekatan undang- undang, kasus, dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem First to File memberikan kepastian hukum kepada pemilik merek terdaftar, namun seringkali tidak mengakomodasi perlindungan merek terkenal asing yang belum terdaftar. Perlindungan terhadap merek terkenal, termasuk yang belum terdaftar, diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis serta perjanjian internasional seperti TRIPs dan Konvensi Paris. Walau demikian, perlindungan hukum terhadap merek terkenal membutuhkan penguatan regulasi untuk mengatasi kesenjangan yang ada dalam penerapan hukum di Indonesia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : Dr. R. Rahaditya, S.H., M.H.
Uncontrolled Keywords: Pembatalan merek, Merek Terkenal, First to File
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: FH Perpus
Date Deposited: 03 Jul 2025 03:31
Last Modified: 03 Jul 2025 03:31
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/47576

Actions (login required)

View Item View Item