Anggra, Philip (2025) Praktik Euthanasia dan Do Not Resuscitate Berdasarkan Hak Asasi Manusia Internasional dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of Halaman Depan_Philip Anggra_205210024.pdf] Text
Halaman Depan_Philip Anggra_205210024.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab isi_Philip Anggra_205210024.pdf] Text
Bab isi_Philip Anggra_205210024.pdf
Restricted to Registered users only

Download (22MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_Philip Anggra_205210024.pdf] Text
Daftar Pustaka_Philip Anggra_205210024.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Lampiran_Philip Anggra_205210024.pdf] Text
Lampiran_Philip Anggra_205210024.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini mengeksplorasi interaksi kompleks antara praktik euthanasia, perintah Do Not Resuscitate (DNR), dan implikasinya terhadap hukum, etika, hak asasi manusia internasional serta hukum di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana kedua praktik ini diatur, dipandang dan diterima dalam konteks hukum dan hak asasi manusia di Indonesia, serta dampaknya terhadap pasien dan praktisi kesehatan. Dengan menggunakan jenis penelitian normatif- empiris dan spesifikasi penelitian deskriptif, serta melalui investigasi mendalam yang mencakup wawancara dengan pemangku kepentingan kunci dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penelitian ini menggali perspektif kerangka hukum dan debat etis mendalam mengenai praktik ini. Temuan menunjukkan bahwa euthanasia saat ini ilegal dan dianggap sebagai tindak pidana di bawah hukum Indonesia, menyoroti konflik signifikan antara hak individu untuk otonomi dan standar hukum nasional. Skripsi ini berargumen untuk mere-evaluasi batasan hukum ini agar lebih selaras dengan pemahaman yang berkembang tentang hak pasien dan praktik medis etis. Melalui analisis komparatif, studi ini menekankan perlunya Indonesia untuk mungkin mendefinisikan ulang atau menegaskan kembali sikap hukumnya terhadap euthanasia dan Do Not Resuscitate agar mencerminkan standar hak asasi manusia internasional dan sensitivitas budaya lokal, serta yang terpenting adalah untuk menciptakan kepastian hukum. Penelitian ini memberikan kontribusi pada dialog global yang sedang berlangsung mengenai hak untuk mati dan peran pemerintah dalam mengatur perawatan akhir hayat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: Lewiandy, S.H., LL.M.
Uncontrolled Keywords: Euthanasia, Do Not Resuscitate, Hak Asasi Manusia, Hukum Kesehatan, Etika Medis
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: FH Perpus
Date Deposited: 02 Jul 2025 08:55
Last Modified: 02 Jul 2025 08:55
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/47556

Actions (login required)

View Item View Item