Laffaiza, Nasywa (2025) Pembatalan Pendaftaran Merek Terkenal “SUPREME” Di Kelas Barang Yang Sama (Studi Kasus Putusan Nomor 1313 K/Pdt.Sus-HKI/2021). Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of Halaman Depan_Nasywa Laffaiza_205210169.pdf] Text
Halaman Depan_Nasywa Laffaiza_205210169.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Bab isi_Nasywa Laffaiza_205210169.pdf] Text
Bab isi_Nasywa Laffaiza_205210169.pdf
Restricted to Registered users only

Download (22MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_Nasywa Laffaiza_205210169.pdf] Text
Daftar Pustaka_Nasywa Laffaiza_205210169.pdf

Download (877kB)
[thumbnail of Lampiran_Nasywa Laffaiza_205210169.pdf] Text
Lampiran_Nasywa Laffaiza_205210169.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Perselisihan mengenai merek dagang untuk produk atau jasa semakin sering terjadi akhir-akhir ini yang berujung produsen atau pemilik merek mengajukan gugatan pembatalan pendaftaran merek di Pengadilan Niaga sesuai yang telah diatur dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Salah satu permasalahan peniruan merek yang dilakukan oleh pengusaha lokal terhadap merek asing terkenal yaitu “SUPREME” melibatkan PT.Chapter 4 Corp yaitu perusahaan asal Amerika Serikat yang memiliki merek dagang tersebut ingin mendaftarkan barangnya dengan kelas barang 25 yang ternyata pada kelas yang sama dan merek yang juga sama telah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual oleh pemilik bernama Husein Thamrin. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian normatif dengan menganalisis peristiwa yang terjadi berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Atas kejadian ini, PT.Chapter 4 Corp akhirnya mengajukan gugatan pembatalan merek “SUPREME” milik Husein Thamrin. PT Chapter 4 Corp merasa bahwa pendaftaran merek yang dilakukan oleh Husein Thamrin didasari dengan adanya itikad buruk karena memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek miliknya tersebut. DJKI diminta untuk membatalkan pendaftaran merek milik Husein Thamrin karena merek “SUPREME” merupakan merek terkenal yang seharusnya diberikan perlindungan. Menurut penulis Undang-Undang Merek di Indonesia saat ini sudah memberi perlindungan kepada merek terkenal tetapi masalah utama terletak pada implementasi di lapangan, khususnya pada proses pemeriksaan merek oleh DJKI. Kurangnya pengetahuan dan potensi subjektivitas dari pemeriksa merek dapat menghambat keefektivitasan perlindungan tersebut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing : Christine S. T. Kansil, S.H., M.H
Uncontrolled Keywords: Merek Terkenal, Pembatalan Pendaftaran, Kelas Barang dan Jasa
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: FH Perpus
Date Deposited: 02 Jul 2025 08:03
Last Modified: 02 Jul 2025 08:03
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/47549

Actions (login required)

View Item View Item