Gunawan, Laura Sharendova (2025) Kekuatan Perjanjian Bagi Konsumen Dalam Rangka Layanan Pinjaman Online Ilegal. Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of Halaman Depan_Laura Sharendova Gunawan_205210004.pdf] Text
Halaman Depan_Laura Sharendova Gunawan_205210004.pdf

Download (207kB)
[thumbnail of Bab isi_Laura Sharendova Gunawan_205210004.pdf] Text
Bab isi_Laura Sharendova Gunawan_205210004.pdf
Restricted to Registered users only

Download (702kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_Laura Sharendova Gunawan_205210004.pdf] Text
Daftar Pustaka_Laura Sharendova Gunawan_205210004.pdf

Download (316kB)
[thumbnail of Lampiran_Laura Sharendova Gunawan_205210004.pdf] Text
Lampiran_Laura Sharendova Gunawan_205210004.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Dalam konteks layanan pinjaman online ilegal, kekuatan hukum perjanjian menjadi masalah penting. Menurut Pasal 1320 dari KUH Perdata, perjanjian pada pinjaman online ilegal tidak memenuhi syarat sah perjanjian. Tercantum dalam syarat sah pejanjian yaitu kesepakatan, kecakapan para pihak, objek yang jelas, dan alasan yang halal. Dikarenakan statusnya ilegal, maka dianggap batal demi hukum. Pada Pasal 1320 KUH Perdata dan 1338 KUH Perdata, yang mengatur syarat sah perjanjian pinjam meminjam yang dilakukan secara online dan itikad baik terhadap pinjaman online bagi semua pihak. Namun, banyak konsumen minim literasi terhadap pinjaman online ilegal, sehingga konsumen sering terjebak dalam perjanjian yang tidak menguntungkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perlindungan hukum bagi konsumen terhadap layanan pinjaman online ilegal dan mengetahui kekuatan perjanjian bagi konsumen dalam rangka layanan pinjaman online ilegal. Penelitian ini menggunakan yuridis normatif dan kualitatif dengan pendekatan perundang-undangan. Hasil penelitian ini dinyatakan bahwa pinjaman online ilegal ini tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan dan status hukum perjanjian ini dapat dianggap batal demi hukum. Dalam hal ini, pihak harus bertindak adil dan jujur. Terdapat pada Pasal 1338 KUH Perdata, yang menetapkan bahwa setiap perjanjian harus dilaksanakan dengan itikad baik. Namun, banyak perusahaan pinjaman online yang melanggar peraturan ini dengan menaikkan bunga yang tidak wajar dan menggunakan metode penagihan tidak etis yang membuat konsumen dirugikan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Pembimbing: Christine S. T Kansil, S.H., M.H.
Uncontrolled Keywords: Perjanjian, Pinjaman Online, Ilegal, Otoritas Jasa Keuangan, Konsumen.
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: FH Perpus
Date Deposited: 02 Jul 2025 02:53
Last Modified: 02 Jul 2025 02:53
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/47520

Actions (login required)

View Item View Item