Goldwen, Filshella (2025) Modus Operandi Tindak Pidana Investasi Bodong "Pig Butchering Scam" Dalam Proses Pembuktian Hukum Pidana. Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
Halaman Depan_Filshella Goldwen_205210225.pdf Download (497kB) |
|
|
Text
Bab isi_Filshella Goldwen_205210225.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_Filshella Goldwen_205210225.pdf Download (500kB) |
|
|
Text
Lampiran_Filshella Goldwen_205210225.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Globalisasi mendorong modernisasi sektor ekonomi dan teknologi di Indonesia, terutama dalam pasar modal, yang diatur oleh UU P2SK dan UU Pasar Modal. Sayangnya, pertumbuhan ini diiringi peningkatan kasus investasi bodong, termasuk skema penipuan Pig Butchering Scam. Pig Butchering Scam adalah modus penipuan investasi yang menggunakan manipulasi psikologis di media sosial dan aplikasi kencan untuk membangun kepercayaan korban, mendorong investasi bertahap, dan akhirnya mengambil seluruh dana korban. Penelitian ini menganalisis modus operandi Pig Butchering Scam serta kendala dalam pembuktiannya pada proses hukum pidana, menggunakan metode yuridis normatif dengan sifat penelitian deskriptif analitis. Data penelitian digunakan data sekunder, dilengkapi dengan pandangan para narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuktian dalam kasus ini sangat sulit karena kompleksitas modus dan jaringan internasionalnya. OJK dan Bappebti menyoroti bahwa penipuan ini melibatkan teknologi canggih, identitas palsu, dan transaksi berlapis yang menghambat pelacakan. Regulasi yang ada seperti KUHP dan UU ITE belum cukup efektif menangani kasus ini, belum ada pembuktian terkait Pig Butchering Scam ataupun pembuktian online, dimana hal ini adalah modus baru yang harus ditentukan dalam suatu aturan tersendiri. Alhasil diperlukan pembaruan regulasi yang lebih adaptif seperti Hukum Anti-Telekomunikasi dan Penipuan Online di China yang secara spesifik mengatur pembuktian penipuan online, terhadap bukti digital, kolaborasi internasional, dan memberikan sanksi bagi penggunaan platform daring untuk kejahatan. Tantangan dalam pembuktian digital, hambatan kerjasama internasional, dan perbedaan hukum antar negara mengindikasikan perlunya sistem pembuktian pidana yang lebih spesifik serta lembaga khusus untuk menangani kejahatan ini secara efektif seperti IC3 yang menangani kasus ini dengan meminta korban melaporkan informasi detail terkait penipuan, termasuk kode khusus “Pig Butchering PSA”, dan EFCC yang memiliki kewenangan penuh menangani kejahatan finansial, yang melibatkan pencucian uang dan penipuan investasi serta bekerja sama dengan lembaga internasional untuk kejahatan lintas negara, yang dapat menjadi model bagi Indonesia dalam menangani Pig Butchering Scam.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Pembimbing: Rugun Romaida Hutabarat, S.H., M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | Modus Operandi, Pembuktian, Investasi Bodong, Pig Butchering Scam. |
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | FH Perpus |
| Date Deposited: | 01 Jul 2025 03:49 |
| Last Modified: | 01 Jul 2025 03:49 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/47489 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
