Siregar, Arielhok Lambok (2025) Hak Asuh Anak Dibawah Umur Akibat Putusnya Perkawinan Karena Perceraian (Studi Kasus Putusan Nomor 296/PDT.G/2019/PN.Jkt Utr.). Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
Halaman Depan_Arielhok Lambok Siregar_205200152.pdf Download (374kB) |
|
|
Text
Bab isi_Arielhok Lambok Siregar_205200152.pdf Restricted to Registered users only Download (489kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_Arielhok Lambok Siregar_205200152.pdf Download (15kB) |
|
|
Text
Lampiran_Arielhok Lambok Siregar_205200152.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Perceraian adalah putusnya ikatan lahir dan batin antara suami dan istri yang mengakibatkan berakhirnya hubungan keluarga (rumah tangga) antara suami dan istri. Perceraian tentunya melahirkan konsekuensi tertentu, salah satunya adalah mengenai hak asuh anak. Dalam hal hak asuh setelah perceraian, salah satu pihak mungkin merasa lebih berhak untuk mengasuh anak-anaknya. Pada perkara Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor: 296/PDT.G/2019/PN.Jkt.Utr, Penggugat (Ny. Julia Tasno) mengajukan gugatan terhadap Tergugat (Robby Nursalim), dalam hal perceraian dan hak asuh anak. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana penerapan hukum terhadap hak asuh anak di bawah umur akibat perceraian pada Putusan Nomor 296/PDT.G/2019/PN.Jkt.Utr? Bagaimana pertimbangan Hakim dalam menentukan hak asuh anak di bawah umur akibat perceraian pada Putusan Nomor 296/PDT.G/2019/PN.Jkt.Utr? Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan hukum terhadap hak asuh anak di bawah umur akibat perceraian pada Putusan Nomor 296/PDT.G/2019/PN.Jkt.Utr, serta mengkaji pertimbangan Hakim dalam menentukan hak asuh anak di bawah umur akibat perceraian pada Putusan Nomor 296/PDT.G/2019/PN.Jkt.Utr. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, yang artinya penelitian ini mengacu pada norma-norma hukum yang terdapat dalam peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus terhadap permasalahan perceraian yang menjadi fokus penelitian. Penerapan hukum terhadap hak asuh anak di bawah umur akibat perceraian pada Putusan Nomor 296/PDT.G/2019/PN.Jkt.Utr, Hakim memutuskan bahwa Penggugat (ibu) berhak atas pemeliharaan anak. Pertimbangan Hakim dalam menentukan hak asuh anak di bawah umur akibat perceraian pada Putusan Nomor 296/PDT.G/2019/PN.Jkt.Utr adalah dengan mempertimbangkan bahwa pemeliharaan anak jatuh kepada Penggugat selaku ibu, bukan kepada Tergugat sebagai ayah kandungnya. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa sejak 2,5 bulan terakhir, Penggugat dan Tergugat sudah pisah rumah, dan kedua anak tinggal bersama Penggugat tanpa ada masalah atau keluhan, yang menunjukkan bahwa anak-anak tersebut merasa nyaman dan aman bersama ibunya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Dr. Mia Hadiati, SH., M.Hum. |
| Uncontrolled Keywords: | Hak Asuh Anak, Perkawinan, Perceraian |
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | FH Perpus |
| Date Deposited: | 30 Jun 2025 02:51 |
| Last Modified: | 30 Jun 2025 02:51 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/47427 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
