Singhs, Arief Dermawan (2025) Kepastian Hukum Terhadap Penerapan Aturan Pembelaan Terpaksa yang Melampaui Batas pada Putusan Pengadilan Negeri Padang Nomor 373/Pid.B/2020/PN PDG. Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
Halaman Depan_Arief Dermawan Singhs_205210106.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Bab isi_Arief Dermawan Singhs_205210106.pdf Restricted to Registered users only Download (19MB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_Arief Dermawan Singhs_205210106.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Lampiran_Arief Dermawan Singhs_205210106.pdf Restricted to Registered users only Download (2MB) |
Abstract
Pembelaan terpaksa adalah suatu konsep yang berasal dari prinsip bahwa hukum harus melindungi hak seseorang untuk mempertahankan diri dalam situasi darurat di mana tidak ada pilihan selain melakukan tindakan yang dalam situasi normal dianggap sebagai pelanggaran hukum. Pembelaan terpaksa dibagi menjadi 2 yang telah diatur pada Pasal 49 ayat (1) KUHP mengenai pembelaan terpaksa dan Pasal 49 ayat (2) KUHP mengenai pembelaan terpaksa yang melampaui batas. Dalam penerapan aturan tersebut sering kali menimbulkan permasalahan terkait dengan kepastian hukum termasuk kasus dalam Putusan Pengadilan Negeri Padang Nomor 373/Pid.B/2020/PN PDG. Ketidakpastian hukum mengganggu salah satu indikator negara hukum dan nilai kepastian hukum yang menjadi tujuan hukum. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana kepastian hukum terhadap penerapan aturan pembelaan terpaksa yang melampaui batas pada Putusan Pengadilan Negeri Padang Nomor 373/Pid.B/2020/PN PDG. Jenis penelitian yang digunakan adalah normatif, spesifikasi penelitian menggunakan deskriptif-analitis, jenis dan teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder dengan teknik studi kepustakaan, pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan undang-undang dan pendekatan kasus, teknik analisis data menggunakan kualitatif dengan metode analisis deduktif. Kepastian hukum merupakan sebuah tujuan yang ingin dicapai dalam hukum, karena keberadaannya sebagai suatu nilai. Penerapan aturan pembelaan terpaksa yang melampaui batas dalam Putusan Pengadilan Negeri Padang Nomor 373/Pid.B/2020/PN PDG belum mencerminkan kecermatan dan konsistensi dalam menilai proporsionalitas antara ancaman dan tindakan terdakwa.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Dr. Ade Adhari, S.H., M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | Pembelaan Terpaksa, Kepastian Hukum, Negara Hukum |
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | FH Perpus |
| Date Deposited: | 30 Jun 2025 02:46 |
| Last Modified: | 30 Jun 2025 02:46 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/47426 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
