Anantha, Tegar Galang (2024) DETERMINASI PENYEBAB KETIDAKBERHASILAN DALAM PENCAPAIAN OPINI WTP: ANALISIS PADA PEMERINTAH DAERAH DI INDONESIA. Masters thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
Tegar Galang Anantha 126231038 JA.pdf Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini mengidentifikasi determinasi yang menyebabkan kegagalan
pemerintah daerah di Indonesia dalam memperoleh opini Wajar Tanpa
Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) untuk
Tahun Anggaran 2020 hingga 2022. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan
untuk menyelidiki lebih mendalam faktor-faktor penyebab kegagalan tersebut.
Penelitian ini menganalisis 143 Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) LKPD yang
mendapatkan opini selain WTP pada 81 entitas pemerintah daerah. Data LHP
LKPD tersebut didapatkan melalui permintaan informasi pada Pejabat Pengelola
Informasi dan Dokumentasi (PPID) melalui Pusat Informasi dan Komunikasi (PIK)
BPK sebagai pelaksana tugas teknis PPID BPK. Berdasarkan data tersebut
dilakukan identifikasi atas faktor-faktor yang menyebabkan ketidakberhasilan
dalam pencapaian opini WTP pada pemerintah daerah di Indonesia dengan
mengelompokkan pada beberapa kategori yaitu permasalahan pada kelompok
akun-akun yang disajikan tidak sesuai SAP, permasalahan pada kelompok jenis
temuan kelemahan SPI, permasalahan pada kelompok jenis temuan kelemahan
ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, dan
permasalahan berulang pada masing-masing entitas. Pengelompokan permasalahan
tersebut mengacu pada Keputusan BPK RI No.5/K/I-XIII.2/8/2010 tanggal 27
Agustus 2010 tentang Petunjuk Teknis Kodering Temuan Pemeriksaan. Hasil
analisis menunjukkan bahwa kegagalan pemerintah daerah dalam mencapai opini
WTP selama tahun anggaran 2020–2022 dipengaruhi oleh tiga faktor utama: (1)
Penyajian laporan keuangan yang tidak sesuai dengan SAP, terutama pada
kelompok akun aset tetap, aset lancar, belanja modal, beban operasi, kewajiban
jangka pendek, pendapatan, dan belanja tak terduga. (2) Kelemahan dalam SPI,
meliputi sistem pengendalian akuntansi dan pelaporan, serta sistem pengendalian
anggaran yang tidak optimal. (3) Ketidakpatuhan terhadap regulasi, yang seringkali
mencakup penyimpangan administrasi, potensi kerugian, serta kekurangan dalam
pengawasan. Lebih lanjut, ditemukan pula adanya masalah berulang, khususnya
pada kelemahan SPI dan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan,
selama dua hingga tiga tahun berturut-turut. Penelitian ini hanya berfokus pada
periode 2020-2022, sehingga penelitian ini tidak menjelaskan secara detail
penyebab struktural atau sistemik di luar yang teridentifikasi oleh audit, sehingga
ada kemungkinan adanya faktor lain yang berperan tetapi belum diungkapkan.
Kata kunci: Kelemahan SPI, Ketidakpatuhan, Opini Audit, Salah Saji, Temuan
Berulang
This study identifies the determinants behind the failure of local governments inIndonesia to obtain Unqualified Opinions on their Local Government FinancialStatements (LGFS) for the 2020–2022 fiscal years. A descriptive quantitativeapproach was employed to investigate the factors contributing to this failure. Theresearch analyzed 143 Audit Reports of LGFSs that received opinions other thanUnqualified Opinions, involving 81 local government entities. The Audit Reports
data were obtained by requesting information through the Public Information andDocumentation Officer (PIDO) at the Information and Communication Center(ICC) of BPK, acting as the technical executor of PIDO. Based on these data, the
study identified factors leading to the failure in achieving Unqualified Opinions
among local governments in Indonesia by categorizing them into several groups:
issues related to account groups not presented in compliance with GovernmentAccounting Standards (GAS), findings of weaknesses in the Internal Control System(ICS), findings of non-compliance with statutory regulations, and recurringproblems in each entity. The categorization of these issues refers to BPK RI DecreeNo. 5/K/I-XIII.2/8/2010 dated August 27, 2010, on Technical Guidelines for AuditFindings Coding. The analysis results indicate that the failure of local governmentsto achieve Unqualified Opinions during the 2020–2022 fiscal years was influenced
by three main factors: Non-compliance with GAS in financial statement
presentation, particularly in account groups such as fixed assets, current assets,
capital expenditures, operating expenses, short-term liabilities, revenues, andunexpected expenditures. Weaknesses in the ICS, including suboptimal accountingand reporting control systems as well as budget control systems. Non-compliancewith regulations, often involving administrative deviations, potential losses, and
deficiencies in oversight. Additionally, recurring issues were found, particularly inICS weaknesses and non-compliance with regulations, persisting for two to threeconsecutive years. This study focuses exclusively on the 2020–2022 period, and
therefore does not detail structural or systemic causes beyond those identifiedthrough audits, leaving the possibility of other contributing factors unaddressed.
Keywords: Weaknesses in ICS, Non-compliance, Audit Opinion, Misstatements,
Recurring Findings
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Ekonomi |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Akuntansi |
| Depositing User: | FE Perpus |
| Date Deposited: | 16 May 2025 03:16 |
| Last Modified: | 16 May 2025 03:16 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/46832 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
