Candratio, Evelin (2024) Dampak ChatGPT terhadap Auditor Eksternal: penelitian kualitatif. Masters thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
Evelin Candratio 126232011 JA.pdf Download (393kB) |
Abstract
ChatGPT is a powerful AI chatbot developed by OpenAI that able to
generate human-quality text, translate languages, write different kinds of creative
content, and answer questions in an informative way. The potential to revolutionize
various industries, including education, business, finance and especially in auditing.
This research aims to investigate the specific impact of ChatGPT on external
auditors, particularly focusing on how it may transform their traditional role in
financial audits, also the concerns about ethical, data security, and job displacement
as AI automation becomes more prevalent. The research used a qualitative case
study design with a semi-structured interview guide to explore various aspects of
ChatGPT use by external auditors in Indonesia. Data will be gathered through indepth
interviews
with 7 participants.
Some auditors find ChatGPT valuable for improving efficiency in specific
areas tasks like drafting reports and contract verification, yet there remains caution
about over-reliance on AI, as it lacks the professional judgment necessary for
critical audit decisions. Auditors emphasize that, while ChatGPT can assist with
references and initial data checks, final audit conclusions should rest on human
expertise. Though ChatGPT has had little impact on established audit
methodologies, a few auditors see potential in customized AI tools for analyzing
large datasets securely, which could streamline certain aspects of the audit process.
However, most auditors maintain traditional methods, underscoring that AI
supplements but does not redefine auditing workflows. Ethical concerns,
particularly regarding confidentiality and data security, are prominent, as there is a
risk of data exposure when inputting client information into ChatGPT. To address
this, some firms have adopted policies to anonymize data or have opted for secure,
in-house AI systems to protect sensitive information.
Looking forward, ChatGPT is seen as a promising tool for automating repetitive
tasks, potentially impacting junior roles focused on administrative duties. However,
auditors widely agree that AI cannot replace the complex decision-making and
tailored insights needed in client-specific scenarios, suggesting that while AI may streamline processes, it is unlikely to replace human expertise in the foreseeable
future.
Keyword: Auditing, ChatGPT, External Auditor, Technology Adoption
ChatGPT adalah chatbot AI canggih yang dikembangkan oleh OpenAI yang
mampu menghasilkan teks berkualitas manusia, menerjemahkan bahasa, menulis
berbagai jenis konten kreatif, dan menjawab pertanyaan dengan cara yang
informatif. Potensi untuk merevolusi berbagai industri, termasuk pendidikan, bisnis,
keuangan dan khususnya di bidang audit. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki
dampak spesifik ChatGPT terhadap auditor eksternal, khususnya berfokus pada
bagaimana hal ini dapat mengubah peran tradisional mereka dalam audit keuangan,
juga kekhawatiran mengenai etika, keamanan data, dan perpindahan pekerjaan
seiring dengan semakin maraknya otomatisasi AI. Penelitian ini menggunakan
desain studi kasus kualitatif dengan panduan wawancara semi terstruktur untuk
mengeksplorasi berbagai aspek penggunaan ChatGPT oleh auditor eksternal di
Indonesia. Data akan dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 7
partisipan.
Beberapa auditor menganggap ChatGPT berguna untuk meningkatkan efisiensi
dalam tugas-tugas tertentu seperti menyusun laporan dan verifikasi kontrak, namun
masih ada kekhawatiran mengenai ketergantungan yang berlebihan pada AI, karena
AI tidak memiliki pertimbangan profesional yang diperlukan untuk mengambil
keputusan audit yang penting. Auditor menekankan bahwa, meskipun ChatGPT
dapat membantu dengan referensi dan pemeriksaan data awal, kesimpulan akhir
audit harus bergantung pada keahlian manusia. Meskipun ChatGPT berdampak
kecil pada metodologi audit yang sudah ada, beberapa auditor melihat potensi alat
AI yang disesuaikan untuk menganalisis kumpulan data besar dengan aman, yang
dapat menyederhanakan aspek-aspek tertentu dari proses audit. Namun, sebagian
besar auditor tetap mempertahankan metode tradisional, dengan menekankan
bahwa AI melengkapi namun tidak mendefinisikan ulang alur kerja audit.
Kekhawatiran etis, khususnya mengenai kerahasiaan dan keamanan data, sangat
menonjol, karena terdapat risiko paparan data saat memasukkan informasi klien ke
ChatGPT. Untuk mengatasi hal ini, beberapa perusahaan telah mengadopsi
kebijakan untuk menganonimkan data atau memilih sistem AI internal yang aman
untuk melindungi informasi sensitif. Ke depan, ChatGPT dipandang sebagai alat yang menjanjikan untuk
mengotomatiskan tugas yang berulang, yang berpotensi berdampak pada peran
junior yang berfokus pada tugas administratif. Namun, para auditor secara luas
sepakat bahwa AI tidak dapat menggantikan pengambilan keputusan yang
kompleks dan wawasan yang disesuaikan dengan kebutuhan dalam skenario
spesifik klien. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun AI dapat menyederhanakan
proses, AI kemungkinan tidak akan menggantikan keahlian manusia di masa
mendatang.
Kata Kunci: Audit, ChatGPT, Auditor Eksternal, Adopsi Teknologi
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Ekonomi |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Akuntansi |
| Depositing User: | FE Perpus |
| Date Deposited: | 07 May 2025 03:16 |
| Last Modified: | 07 May 2025 03:16 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/46617 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
