SYARIFAH, ANISA ULAYA (2023) Hubungan Indeks Masa Tubuh Dengan Obstructive Sleep Apnea (Osa) Pada Anak Usia Sd Di Sdn 01 Bangunsari. Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
SYARIFAH, ANISA ULAYA 405200035.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Pertumbuhan dan perkembangan anak ditentukan bagaimana gaya hidup termasuk pola makan,
aktivitas sehari-hari yang tentunya tak lepas dari peran orang tua untuk selalu mengawasi dan
memperhatikan anak-anaknya. Hal ini harusnya sudah menjadi kesadaran sendiri untuk para
orang tua. Namun mayoritas orang tua justru senang jika anaknya makan berlebih sehingga
berpotensi untuk obesitas. Tanpa disadari, ini sangat berdampak bagi kesehatan sang anak.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ogden CL dkk. (2014)
1 dimana penelitian ini
dilakukan selama 2 tahun dan mengikutsertakan anak berusia kurang dari 18 tahun di Amerika
Serikat, dari penelitian ini didapatkan adanya peningkatan obesitas pada anak-anak 16,9%
disertai komorbiditas. Dari obesitas inilah juga bisa timbul penyakit lain, salah satunya yaitu
Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang belum terdiagnosis banyak ataupun belum diketahui
banyak oleh masyarakat Indonesia. Meskipun dikatakan penanganan dengan penurunan berat
badan akan mengurangi risiko progresifitas dari komorbiditasnya, namun pada usia anak-anak
sulit untuk diatur mengenai makanan yang dikonsumsi. Hal ini harus menjadi perhatian,
khususnya orang tua agar bisa menurunkan angka obesitas pada anak untuk mengurangi risiko
penyakit OSA dan lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan Indeks Massa
Tubuh (IMT) dengan OSA Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi analitik
cross-sectional dengan jumlah sampel 158 responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya
hubungan yang bermakna yaitu IMT obesitas dengan risiko OSA dan hubungan yang tidak
bermakna yaitu IMT underweight dengan risiko OSA pada anak usia SD di SDN 01
Bangunsari. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap risiko OSA diantaranya yaitu usia,
jenis kelamin, berat badan dan tinggi badan, lingkar leher dan IMT Dari beberapa faktor
tersebut dapat disimpulkan pada usia anak-anak lebih rentan dengan prevalensi terbanyak pada
laki-laki dan semakin tinggi IMT seseorang dan semakin lebar lingkar lehernya semakin tinggi
risiko terhadap kejadian OSA.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Adjie, Eko Kristanto Kunta |
| Uncontrolled Keywords: | Obstructive Sleep Apnea, Indeks Massa tubuh, Anak, Hubungan, Obesitas. |
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Kedokteran |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Kedokteran |
| Depositing User: | FK Perpus |
| Date Deposited: | 18 Jan 2025 07:08 |
| Last Modified: | 18 Jan 2025 07:08 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/43601 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
