SIMATUPANG, NATASYA THERESIA (2021) Ekstrak Metanol Kelopak Bunga Mawar (Rosa Chinensis Jacq): Uji Fitokimia, Kapasitas Total Antioksidan, Uji Toksisitas, Kadar Fenolik Dan Alkaloid. Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
SIMATUPANG, NATASYA THERESIA 405180143.pdf Restricted to Registered users only Download (7MB) |
Abstract
Nama Penulis : Natasya Theresia Simatupang
Judul : Ekstrak Metanol Kelopak Bunga Mawar (Rosa chinensis Jacq.):
Uji Fitokimia, Kapasitas Total Antioksidan, Uji Toksisitas, Kadar Fenolik dan
Alkaloid
Pendahuluan : Stres oksidatif adalah ketidakseimbangan antara oksidan dan
antioksidan yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan persinyalan dan kontrol
redox. Radikal bebas dalam jumlah yang besar akan merangsang pengeluaran IL-6
(Intraleukin-6) dan Tumor Necrosis Factor a (TNFa) yang berperan sebagai
sitokin proinflamasi dan memicu pengeluaran sel polimorfonuklear (PMN),
sehingga dibutuhkan adanya antioksidan untuk menghambat proses oksidasi dan
menangkal radikal bebas. Salah satu antioksidan alami yang dapat kita jumpai
dengan mudah dan menjadi lambang keindahan dan cinta adalah bunga mawar
(Rosa chinensis Jacq.)
Tujuan : Untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder, kapasitas total
antioksidan, kadar fenolik, kadar alkaloid, dan uji toksisitas dari ekstrak metanol
kelopak bunga mawar.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang mengaplikasikan dua
teknik uji, yaitu in vitro dan bioassay. Uji in vitro yang meliputi uji screening
fitokimia yang terdiri dari 12 senyawa metabolik sekunder diantaranya adalah
kardioglikosida, alkaloid, flavonoid, antosianin dan betasianin, coumarins,
glikosida, fenol, kuinon, saponin, steroid, tannin, dan terpenoid (Harborne); uji
kapasitas total antioksidan dengan metode DPPH oleh (Blois); uji kadar fenolik
(Singleton & Rossi) dan kadar alkaloid total oleh (Trivedi). Pengujian bioassay
berupa uji sitotoksisitas (Meyer).
Hasil dan Pembahasan : Pada uji kualitatif didapatkan ekstrak kelopak bunga
mawar didapatkan kandungan metabolit sekunder kardioglikosida, alkaloid,
flavonoid, antosianin, betasianin, kourmarin, glikosida, fenolik, kuinon, tanin, dan
terpenoid. Ekstrak kelopak bunga mawar memiliki kapasitas total antioksidan yang
cukup kuat dengan nilai IC50 sebesar 69,42 µg/mL, kadar fenolik total sebesar 4280
Universitas Tarumanagara viii
µg/mL, kadar alkaloid total 3,19 µg/mL, dan uji toksisitas dengan nilai LC50 sebesar
439,01 µg/mL dan dapat dikategorikan toksik sehingga berpotensi sebagai
antikanker.
Kesimpulan : Ekstrak kelopak bunga mawar berpotensi sebagai antioksidan dan
menghambat pertumbuhan kanker
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Ferdinal, Frans |
| Uncontrolled Keywords: | Rosa chinensis Jacq, stres oksidatif, fitokimia, DPPH, BSLT |
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Kedokteran |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Kedokteran |
| Depositing User: | FK Perpus |
| Date Deposited: | 18 Jan 2025 08:33 |
| Last Modified: | 18 Jan 2025 08:33 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/43515 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
