LIDWINA, GABRIELLE (2019) HUBUNGAN ASUPAN SERAT DENGAN KEJADIAN KONSTIPASI PADA REMAJA USIA 15-19 TAHUN DI SMA MAKARIOS JAKARTA. Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
top.pdf Download (220kB) |
|
|
Text
1.pdf Download (99kB) |
|
|
Text
2.pdf Restricted to Repository staff only Download (209kB) |
|
|
Text
3.pdf Restricted to Repository staff only Download (159kB) |
|
|
Text
4.pdf Restricted to Repository staff only Download (136kB) |
|
|
Text
5.pdf Restricted to Repository staff only Download (129kB) |
|
|
Text
6.pdf Download (85kB) |
|
|
Text
ref.pdf Download (103kB) |
|
|
Text
lamp.pdf Download (1MB) |
Abstract
Kurangnya asupan serat dari sayur dan buah merupakan permasalahan pada pola
makan yang paling sering dialami remaja di Indonesia. Sekitar 97% remaja
Indonesia usia 10-19 tahun memiliki asupan serat per hari di bawah nilai asupan
serat cukup. Di provinsi DKI Jakarta, prevalensinya mencapai di atas 95%, dengan
prevalensi tertinggi terdapat pada remaja dengan rentang usia 15-19 tahun. Asupan
serat yang tidak adekuat sering dihubungkan dengan kejadian konstipasi. Di mana
terjadi penyerapan cairan yang berlebihan terhadap material feses yang terlalu lama
berada di kolon. Karena cairan yang diserap terlalu banyak, feses menjadi keras dan
sulit dikeluarkan. Hal inilah yang sering dikeluhkan seseorang sebagai konstipasi.
Prevalensi konstipasi berkisar antara 2%-26,9%, dengan rerata 15,4% dari seluruh
populasi umum dunia. Tercatat sekitar 15,6% remaja mengalami konstipasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi kejadian konstipasi dan
hubungan antara asupan serat dengan kejadian konstipasi pada remaja usia 15-19
tahun di SMA Makarios Jakarta. Penelitian ini bersifat analitik observasional
dengan pendekatan potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan secara simple
random sampling. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa usia 15-19 tahun di
SMA Makarios Jakarta. Pengumpulan data dengan menggunakan semi quantitative
FFQ (Food Frequency Questionnaire) dan kuesioner kriteria konstipasi remaja
menurut Konsensus Rome IV. Dari hasil penelitian ini didapatkan sebanyak 73,1%
subjek memiliki asupan serat kurang, dengan asupan serat rata-rata subjek 26,37
gram perhari. Prevalensi kejadian konstipasi pada remaja di SMA Makarios Jakarta
adalah sebesar 44,2% dan hasil analisis Chi-Square menunjukkan hubungan yang
tidak bermakna antara asupan serat dan kejadian konstipasi pada remaja (p=0,116).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah asupan serat tidak memiliki pengaruh yang
bermakna terhadap kejadian konstipasi pada remaja usia 15-19 tahun di SMA
Makarios Jakarta.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Frisca |
| Uncontrolled Keywords: | Konstipasi, Asupan Serat, Food Frequency Questionnaire, Konsensus Rome IV, Remaja |
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Kedokteran |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Kedokteran |
| Depositing User: | FK Perpus |
| Date Deposited: | 29 Jul 2021 12:38 |
| Last Modified: | 29 Jul 2021 12:38 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/29148 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
