Darma, Malvin Edi (2018) Penerapan Asas Polluter Pay Principle dan Asas Strict Liability Terhadap Pelaku Pembakaran Hutan dalam Kasus PT.Kalista Alam Melawan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
1. COVER.pdf Download (34kB) |
|
|
Text
2. LEMBAR PERSETUJUAN.docx Download (167kB) |
|
|
Text
3. LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (894kB) |
|
|
Text
5. DAFTAR ISI.pdf Download (64kB) |
|
|
Text
6. ABSTRAK fix abis sidang.pdf Download (10kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSATAKA.pdf Download (163kB) |
Abstract
Untuk melindungi hutan, Indonesia membentuk UU Nomor 32 Tahun 2009
tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Namun masih
banyak perbuatan yang merusak hutan, salah satunya pembakaran hutan.
Salah satu pelaku pembakaran hutan di Indonesia adalah PT Kalista Alam.
Pada tahun 2012 PN Meulaboh menyatakan PT. Kalista Alam Wajib
bertanggungjawab untuk mengganti kerugian dan putusan ini dikuatkan
hingga Mahkamah Agung, namun pada 2017 PT. Kalista Alam menggugat
balik KLHK dengan dasar error in objecto, dimana dalam perkara ini
majelis hakim memenangkan PT. Kalista Alam dan mengakibatkan PT.
Kalista Alam bebas untuk tidak mengganti kerugian. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan
menggunakan pendekatan undang-undang dan Pendekatan Kasus. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa prinsip polluter pay principle dan strict
liability dalam kasus PT. Kalista Alam belum diterapkan secara maksimal,
di mana hal ini terlihat dengan lepas nya PT. Kalista Alam untuk membayar
ganti rugi akibat perbuatannya, padahal koordinat yang dimasudkan oleh
KLHK pada putusan sebelumnya tidak sepenuhnya salah. Sehingga apabila
kita mengacu pada prinsip polluter pay principle dan strict liability
seharusnya PT. Kalista Alam tetap wajib membayar ganti rugi oleh karena
perbuatannya yang mengakibatkan kerusakan lingkungan yang sangat
berat. Selain itu perbuatan tersebut termasuk dalam perbuatan yang
menimbulkan ancaman serius. Maksudnya adalah perbuatan itu
menimbulkan lingkungan tidak bisa lagi kembali kepada kondisinya yang
semula serta berdampak luas seperti terganggunya kesehatan manusia. Oleh
karena itu penulis menyarankan agar penegak hukum melakukan pelatihan
supaya memiliki pendapat yang sama mengenai penerpan prinsip polluter
pay principle dan strict liability terhadap pelaku pembakaran hutan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Dr. Ahmad Redi, S.H., M.H. |
| Uncontrolled Keywords: | Polluter pay principle, strict liability,penerapan |
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Hukum |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | FH Perpus |
| Date Deposited: | 05 May 2021 07:46 |
| Last Modified: | 05 May 2021 07:46 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/27885 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
