SUSANTO, CAROLINE MONIKA (2019) PERBANDINGAN FUNGSI PARU LAKI LAKI DEWASA MUDA YANG TINGGAL DI DATARAN TINGGI DAN DI DATARAN RENDAH. Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
top.pdf Download (483kB) |
|
|
Text
1.pdf Download (499kB) |
|
|
Text
2.pdf Restricted to Repository staff only Download (714kB) |
|
|
Text
3.pdf Restricted to Repository staff only Download (483kB) |
|
|
Text
4.pdf Restricted to Repository staff only Download (326kB) |
|
|
Text
5.pdf Restricted to Repository staff only Download (326kB) |
|
|
Text
6.pdf Download (316kB) |
|
|
Text
ref.pdf Download (326kB) |
|
|
Text
lamp.pdf Download (859kB) |
Abstract
Iklim, suhu, dan ketinggian tempat tinggal mempengaruhi adaptasi fisiologis
seseorang. Dataran tinggi memiliki tekanan parsial oksigen yang lebih rendah, hal
ini menyebabkan terjadinya fenomena aklimatisasi pada seorang yang tinggal di
dataran tinggi pada jangka waktu lama ditandai dengan peningkatan ventilasi paru.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan nilai kapasitas vital, kapasitas
vital paksa, volume ekspirasi paksa detik pertama, dan volume ekspirasi paksa detik
pertama per kapasitas vital paksa paru pada laki-laki dewasa muda yang tinggal di
dataran tinggi dan dataran rendah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian
observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di
dua tempat yaitu di Sukabumi dan di Jakarta pada bulan Januari – Maret 2019.
Subjek penelitian berjumlah 78 sampel, 39 sampel laki – laki dewasa muda yang
tinggal di Dataran Tinggi Sukabumi dan 39 sampel laki – laki dewasa muda yang
tinggal di Dataran Rendah Jakarta yang dipilih dengan teknik nonprobability
sampling dengan jenis consecutive sampling. Data diambil dengan menggunakan
spirometri. Peneliti menggunakan uji-t tidak berpasangan dan uji normalitas
menggunakan Kolmogorov-Smirnof. Hasil menunjukkan nilai KV , KVP, VEP1,
dan VEP1/KVP lebih besar nilainya pada laki – laki dewasa muda yang tinggal di
dataran tinggi dibandingkan dataran rendah. Didapatkan perbedaan nilai yang
bermakna untuk KV, KVP dan VEP1 pada kelompok dataran tinggi dengan dataran
rendah dengan nilai p berturut – turut 0.004, 0.008 dan 0.012. Tidak terdapat
perbedaan yang bermakna untuk nilai VEP1/KVP dengan nilai p = 0,291.
Kesimpulannya ialah fungsi paru (KV, KVP dan VEP1) penduduk dataran tinggi
lebih baik daripada di dataran rendah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Lontoh, Susy Olivia |
| Uncontrolled Keywords: | dataran tinggi, dataran rendah, fungsi paru, spirometri |
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Kedokteran |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Kedokteran |
| Depositing User: | FK Perpus |
| Date Deposited: | 19 May 2021 07:46 |
| Last Modified: | 19 May 2021 07:46 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/25627 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
