NAILULU, BRIGITA ANASTHASIA MYRA (2020) PREVALENSI TUBERCULOSIS MULTIDRUG RESISTANT PADA PENDERITA TBC PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN CENGKARENG PERIODE JANUARI – SEPTEMBER 2019. Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of top.pdf] Text
top.pdf

Download (604kB)
[thumbnail of 1.pdf] Text
1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (219kB)
[thumbnail of 2.pdf] Text
2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (529kB)
[thumbnail of 3.pdf] Text
3.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (220kB)
[thumbnail of 4.pdf] Text
4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (560kB)
[thumbnail of 5.pdf] Text
5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (223kB)
[thumbnail of 6.pdf] Text
6.pdf

Download (123kB)
[thumbnail of ref.pdf] Text
ref.pdf

Download (337kB)
[thumbnail of lamp.pdf] Text
lamp.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penyakit infeksi paru yang masih menjadi stigma di Indonesia adalah tuberkulosis atau
yang biasa disebut sebagai TBC. Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri Mycobacterium
tuberculosis dalam bentuk droplet yang tersebar di udara yang kemudian terhirup dan
menginfeksi saluran nafas maupun organ lainnya. Penelitian ini membahas tentang
tuberkulosis paru dengan resisten obat. Dengan metode penelitian deskriptif retrospektif
dan pengambilan sampel secara total sampling sebanyak 134 dengan 11 penderita yang TB
MDR. Pengambilan data mengunakan rekam medik dan sedikit wawancara dengan semua
penderita. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat prevalensi TB paru yang terkena TB
resisten obat di Puskesmas Kecamatan Cengkareng periode Januari – September 2019.
Hasil dari penelitian ini adalah karakteristik responden TB MDR berdasarkan jenis
kelamin, dari 11 penderita, jenis kelamin perempuan lebih dominan dengan jumlah 7
penderita (63.63%) sedangkan yang berjenis kelamin pria berjumlah 4 penderita (36.36%).
Dilihat dari perbandingan usia, rerata paling banyak yang terkena adalah usia diatas 40
tahun, yakni 6 penderita atau sekitar 54.54%. Berdasarkan penyebabnya, paling banyak
diakibatkan oleh gagalnya pengobatan TB paru yang pertama sekitar 6 penderita (54.54%).
Menurut responden, mereka memberhentikan obat lebih sering dikarenakan tidak kuat
menahan efek samping obat anti tuberkulosis. Perkembangan dari tahun 2017 sampai bulan
September 2019, terjadi penurunan jumlah kasus TB MDR sebanyak 21.40%.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: Johan
Uncontrolled Keywords: Tuberkulosis, TB MDR, obat anti tuberkulosis
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Kedokteran
Divisions: Fakultas Kedokteran > Kedokteran
Depositing User: FK Perpus
Date Deposited: 02 Jul 2021 04:15
Last Modified: 02 Jul 2021 04:15
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/22933

Actions (login required)

View Item View Item