Fajri, Handre Rizki (2018) Analisis jadwal proyek menggunakan metode performance intensity dan precedence diagramming method pada proyek di Jakarta (TS - 2353). Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of 325130117_Handre Rizki Fajri_01 Cover.pdf] Text
325130117_Handre Rizki Fajri_01 Cover.pdf

Download (77kB)
[thumbnail of 325130117_Handre Rizki Fajri_02 Lembar Pengesahan.pdf] Text
325130117_Handre Rizki Fajri_02 Lembar Pengesahan.pdf

Download (85kB)
[thumbnail of 325130117_Handre Rizki Fajri_03 Kata Pengantar.pdf] Text
325130117_Handre Rizki Fajri_03 Kata Pengantar.pdf

Download (198kB)
[thumbnail of 325130117_Handre Rizki Fajri_04 Abstrak.pdf] Text
325130117_Handre Rizki Fajri_04 Abstrak.pdf

Download (104kB)
[thumbnail of 325130117_Handre Rizki Fajri_05 Lembar Pernyataan.pdf] Text
325130117_Handre Rizki Fajri_05 Lembar Pernyataan.pdf

Download (86kB)
[thumbnail of 325130117_Handre Rizki Fajri_06 Daftar Isi.pdf] Text
325130117_Handre Rizki Fajri_06 Daftar Isi.pdf

Download (349kB)

Abstract

Murray B. Woolf mengembangkan sebuah metode penjadwalan baru dinamakan Momentology
atau Momentum Management yang didalamnya terdapat suatu formula yang disebut dengan
Performance Intensity. Penelitian ini bertujuan menganalisis dengan menggunakan metode
Performance Intensity dan Precedence Diagramming Method untuk mendapatkan prediksi durasi
akhir dari masing-masing proyek, yaitu Proyek X dan Proyek Y. Jadwal rencana untuk Proyek X
adalah selama 140 hari dan untuk Proyek Y adalah 75 hari. Dari hasil penelitian terdapat
perbedaan prediksi durasi akhir dari tiap proyek. Pada Proyek X menggunakan Performance
Intensity memiliki range prediksi durasi akhir proyek antara 137-142 hari, sedangkan
menggunakan Precedence Diagramming Method memiliki range prediksi durasi akhir proyek
antara 140-172. Pada Proyek Y menggunakan Performance Intensity memilki range prediksi
durasi akhir proyek antara 92-211 hari, sedangkan menggunakan Precedence Diagramming
Method memiliki range prediksi durasi akhir proyek antara 77-91 hari. Range prediksi durasi
akhir proyek yang didapat menggunakan Precedence Diagramming Method lebih kecil
dibandingkan Performance Intensity. Hal ini disebabkan karena Performance Intensity
menggunakan laju pekerjaan komulatif rata-rata sebagai acuan perhitungan yang selalu berubah�ubah pada setiap periodenya, sehingga mampu mendeteksi keterlambatan sejak dini sebelum
keterlambatan tersebut semakin jauh.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Teknik
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: TDI Family perpus
Date Deposited: 24 Apr 2021 16:51
Last Modified: 21 Jul 2021 14:49
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/20682

Actions (login required)

View Item View Item