Khosali, Erick (2014) Pusat kebudayaan Tionghoa di Pecinan Glodok (ARS - 4175). Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of 315100187_Erick Khosali_01 Cover.pdf] Text
315100187_Erick Khosali_01 Cover.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 315100187_Erick Khosali_02 Lembar Pengesahan.pdf] Text
315100187_Erick Khosali_02 Lembar Pengesahan.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 315100187_Erick Khosali_03 Lembar Pernyataan.pdf] Text
315100187_Erick Khosali_03 Lembar Pernyataan.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of 315100187_Erick Khosali_04 Kata Pengantar.pdf] Text
315100187_Erick Khosali_04 Kata Pengantar.pdf

Download (10kB)
[thumbnail of 315100187_Erick Khosali_05 Abstrak.pdf] Text
315100187_Erick Khosali_05 Abstrak.pdf

Download (10kB)
[thumbnail of 315100187_Erick Khosali_06 Lembar Pernyataan.pdf] Text
315100187_Erick Khosali_06 Lembar Pernyataan.pdf

Download (7kB)
[thumbnail of 315100187_Erick Khosali_07 Daftar Isi.pdf] Text
315100187_Erick Khosali_07 Daftar Isi.pdf

Download (14kB)

Abstract

Sebagai salah satu pecinan terbesar di dunia, Glodok tentunya memiliki
berbagai macam heritage didalamnya. Dikenal erat sebagai salah satu distrik
ekonomi perdagangan di Jakarta, Glodok tentu juga memiliki segudang kebudayaan
yang dapat dipelajari. Namun keragaman heritage tersebut seakan-akan tidak
memiliki eksistensi dan keberadaan ditengah-tengah ibu kota Jakarta. Kurangnya
media pengenalan, pembelajaran dan juga pementasan akan budaya-budaya
Tiongha memudarkan karakteristik heritage pecinan dari yang seharusnya.
Kurangnya bekal informasi mengenai jalur wisata juga membuat rendahnya minat
wisatawan asing untuk menelusuri pecinan lebih dalam lagi.
Pusat Kebudayaan Tionghoa merupakan sebuah wadah untuk mengenalkan
mempelajari kebudayaan tersebut, serta mengenalkan Pecinan Glodok lebih dalam.
Berada disebelah utara Pecinan Glodok, Pusat Kebudayaan China pun menjadi
starting point maupun ending point bagi wisatawan yang ingin menelusuri Pecinan
secara langsung. Diharapkan minat untuk mengetahui , mempelajari dan mendalami
kebudayaan China baik secara fisik maupun non fisik dapat meningkat. Sehingga
eksitensi heritage pecinan glodok semakin memiliki tempat ditengah kota Jakarta.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Teknik
Depositing User: TDI Family perpus
Date Deposited: 23 Apr 2021 12:49
Last Modified: 16 Jul 2021 10:43
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/19388

Actions (login required)

View Item View Item