Priyomarsono, Naniek Widayati (2010) STRATEGI PELESTARIAN DAN PENGEMBANGAN KAWASAN LAWEYAN SURAKARTA SEBAGAI WARISAN BUDAYA (Salah Satu Model Pelestarian Kawasan yang Dapat di Cagar Budaya kan). Seminar Nasional Metodologi Riset Dalam Arsitektur, Menuju Pendidikan Arsitektur Indonesia Berbasis Riset.
Preview |
Text
B13. STRATEGI PELESTARIAN DAN PENGEMBANGAN KAWASAN LAWEYAN SURAKARTA SEBAGAI WARISAN BUDAYA.pdf Download (1MB) | Preview |
Abstract
Laweyan sebagai sebuah kawasan yang berbeda dengan kawasan yang lainnya karena kawasan
tersebut terletak pada pinggiran kota, berbentuk kantong, dan secara struktur kawasan tidak mungkin
berubah. Selain itu kawasan tersebut sampai sekarang ini merupakan suatu kawasan dengan
masyarakat yang masih sama tradisi maupun mata pencahariannya yaitu sebagai pengusaha dan
pedagang batik. Karakter kawasan memiliki ciri secara fisik yang sangat spesifik yaitu mempunyai
tiga strata jalan yaitu jalan besar, jalan lingkungan dan gang-gang kecil yang dibatasi oleh tembok
pembatas kapling yang tinggi (kurang lebih 6 meter tingginya). Setiap kapling rumah yang dikelilingi
tembok tersebut mempunyai pintu masuk yang besar (bernama regol), mempunyai halaman yang
luas, rumah besar dengan gaya Art Deco dan dibelakang bangunan selalu ada bangunan pabrik
tempat untuk memproses batik dan berjualan batik.
Dengan berbagai ciri tersebut Laweyan layak untuk dijadikan cagar budaya. Akan tetapi cagar
budaya tanpa ada peningkatan nilai manfaat tidak akan ada artinya. Bagaimana cara meningkatkan
nilai tersebut ? Bagaimana strateginya ? hal inilah yang akan dilakukan dalam penelitian ini.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Penelitian > Fakultas Teknik |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Arsitektur |
| Depositing User: | S2 Arsitek UNTAR |
| Date Deposited: | 15 Mar 2018 01:34 |
| Last Modified: | 25 Feb 2019 00:21 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/1785 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
