Winarta, Ronald (2015) Rusunawa Rawabuaya di Jakarta Barat (ARS - 4253). Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of 315110138_Ronald Winata_01 Cover.pdf] Text
315110138_Ronald Winata_01 Cover.pdf

Download (39kB)
[thumbnail of 315110138_Ronald Winata_02 Lembar Pengesahan.pdf] Text
315110138_Ronald Winata_02 Lembar Pengesahan.pdf

Download (13kB)
[thumbnail of 315110138_Ronald Winata_03 Kata Pengantar.pdf] Text
315110138_Ronald Winata_03 Kata Pengantar.pdf

Download (14kB)
[thumbnail of 315110138_Ronald Winata_04 Abstrak.pdf] Text
315110138_Ronald Winata_04 Abstrak.pdf

Download (22kB)
[thumbnail of 315110138_Ronald Winata_06 Daftar Isi.pdf] Text
315110138_Ronald Winata_06 Daftar Isi.pdf

Download (20kB)
[thumbnail of 315110138_Ronald Winata_05 Lembar Pernyataan.pdf] Text
315110138_Ronald Winata_05 Lembar Pernyataan.pdf

Download (13kB)

Abstract

Pada dewasa ini, rusunawa telah menjadi sebuah kebutuhan yang cukup mendesak di jakarta. Namun pada prakteknya rusunawa yang dibangun selama ini sering kali tidak memperhatikan kebutuhan penghuninya. Kerap kali rusunawa selama ini hanya sekedar memenuhi kebutuhan tempat tinggal di jakarta saja. Dengan melihat perkembangan rusun sebagai salah satu isu global kota – kota di dunia, perlu adanya studi preseden terhadap rusunawa yang berkembang di luar sana agar dapat meningkatkan performa desain rusunawa di
Indonesia, spesifiknya di kota Jakarta. Dengan membandingkan kelayakan desain rusunawa di Indonesia dengan negara tetangga seperti Singapura jelas sekali bahwa perlu ada kajian ulang terhadap rusunawa yang berkembang di Jakarta. Perlu ada pendalaman terhadap kompatibilitas antara lokalitas calon penghuni rusun dengan desain rusunawa yang telah berkembang, sehingga desain rusunawa tidak menjadi sebuah objek arsitektur yang terkesan brutalis atau dengan kata lain desain yang
kurang tepat sasaran dan menjadi produk arsitektur yang memiliki label produk arsitektur yang kumuh. Dengan pertimbangan ekonomi sebagai faktor penggerak kehidupan
masyarakat penghuni rusunawa memberi sintesa pemikiran bahwa ruang antara dan ruang terbuka memiliki peran penting dalam desain rusunawa ini. Kegiatan dasar yang menjadi keseharian masyarakat ini memiliki nilai komunal yang cukup kental, dan hidup gotong royong-pun menjadi nilai dasar dalam setiap kegiatan mereka yang juga akan menentukan ruang arsitektur yang tercipta. Penggunaan
konsep vista sebagai metode pembentuk massa, diharapkan ruang – ruang terbuka yang dibentuk dapat berfungsi dengan efektif sebagai ruang komunal penghuninya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Teknik
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Arsitektur
Depositing User: TDI Family perpus
Date Deposited: 22 Apr 2021 05:23
Last Modified: 01 Jul 2021 12:24
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/17462

Actions (login required)

View Item View Item