Maryudha, Ifana Puteri (2017) Revitalisasi kampung Bandar sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya kota Pekanbaru (objek studi: kampung Bandar, kelurahan kampung Bandar, kecamatan Senapelan, kota Pekanbaru, provinsi Riau) (PL - 895). Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.

[thumbnail of 345130030_Ifana Puteri Maryudha_01 Cover.pdf] Text
345130030_Ifana Puteri Maryudha_01 Cover.pdf

Download (51kB)
[thumbnail of 345130030_Ifana Puteri Maryudha_02 Lembar Pengesahan.pdf] Text
345130030_Ifana Puteri Maryudha_02 Lembar Pengesahan.pdf

Download (228kB)
[thumbnail of 345130030_Ifana Puteri Maryudha_03 Kata Pengantar.pdf] Text
345130030_Ifana Puteri Maryudha_03 Kata Pengantar.pdf

Download (284kB)
[thumbnail of 345130030_Ifana Puteri Maryudha_04 Abstrak.pdf] Text
345130030_Ifana Puteri Maryudha_04 Abstrak.pdf

Download (144kB)
[thumbnail of 345130030_Ifana Puteri Maryudha_05 Lembar Pernyataan.pdf] Text
345130030_Ifana Puteri Maryudha_05 Lembar Pernyataan.pdf

Download (149kB)
[thumbnail of 345130030_Ifana Puteri Maryudha_06 Daftar Isi.pdf] Text
345130030_Ifana Puteri Maryudha_06 Daftar Isi.pdf

Download (203kB)

Abstract

Kampung Bandar merupakan kelurahan yang berada di Kawasan Pasar Bawah tepatnya di Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru. Lokasinya persis dipinggir Sungai Siak. Kampung
Bandar merupakan kawasan kota tua di Pekanbaru yang merupakan cikal bakal dari Kota Pekanbaru saat ini. Situs-situs peninggalan sejarah dari masa lampau yang merupakan salah satu warisan Cagar Budaya, cukup banyak ditemui di Kampung Bandar. Potensi budaya yang ada di Kampung Bandar yaitu adat istiadat, kerajinan tangan, kesenian, dan
peninggalan bersejarah. Adat istiadat tersebut berupa kegiatan Petang Megang atau disebut juga dengan Potang Balimau merupakan tradisi mandi sore hari menjelang bulan puasa. Didalam Kampung Bandar juga terdapat bangunan peninggalan bersejarah, yaitu Mesjid Raya Pekanbaru,
Makan Sultan Marhum Bukit dan Marhum Pekan, Masjid Al-Huda, Surau Ir-Hash, Istana Hinggap, Rumah Haji Ja’far, Rumah Pateh Ali, Rumah Keluarga Alm Hj. Ramnah Yahya, Rumah Singgah Sultan Siak, Lembaga Adat Melayu Riau, Pasar Bawah (pasar wisata), Pompa Bensin Nasco, Terminal Lama Boom Baru, Tugu Peringatan Merah Putih dan Tugu Titik Nol.
Kondisi kawasan tersebut saat ini cukup memprihatinkan, dimana penataan ruangnya tidak teratur, pemukiman penduduk yang semakin padat, akses jalan lokal yang sempit serta fasilitas umum dan fasilitas sosial masyarakat yang masih minim. Hal ini menjadi faktor penyebab Kampung Bandar kurang maju sebagai destinasi pariwisata sejarah dan budaya. Salah satu upaya yang dapat diterapkan di Kampung Bandar ialah revitalisasi. Revitalisasi adalah upaya untuk meningkatkan nilai lahan/kawasan melalui pembangunan kembali dalam suatu kawasan yang dapat meningkatkan fungsi kawasan sebelumnya dengan menggunakan konsep Historical Urban Landscape. Hasil dari penelitian ini ialah berupa bentuk dari tindakan konsep Historical Urban Landscape
diantaranya penataan kembali kawasan pemukiman rumah adat melayu, penataan kawasan kumuh, penambahan fasilitas pendukung objek wisata, dan melakukan upaya Adaptive Reuse,serta berupa Masterplan Kampung Bandar. Masterplan Kampung Bandar terbagi menjadi tiga zona.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: Skripsi/Tugas Akhir
Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Teknik
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota
Depositing User: TDI Family perpus
Date Deposited: 20 Apr 2021 07:45
Last Modified: 14 Jul 2021 14:06
URI: https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/15627

Actions (login required)

View Item View Item