OCTAVIA, YESSY KHOIRUNNISA (2019) PERBANDINGAN SERUM CHIAPROTEC 4% DAN CUTIPURE 10% DALAM MENGURANGI TANDA-TANDA INFLAMASI KULIT BERJERAWAT. Skripsi thesis, Universitas Tarumanagara.
|
Text
1-Yessy khoirunnisa'132.pdf Download (114kB) |
|
|
Text
2-Yessy khoirunnisa'132.pdf Download (13kB) |
Abstract
Akne vulgaris adalah penyakit peradangan menahun unit pilosebasea. Serum
Cutipure diketahui memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-mikroba yang kuat.
Sementara serum Chiaprotect memiliki efek menenangkan dan juga membantu
mengurangi peradangan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk
membandingkan serum Chiaprotect dan Cutipure dalam mengurangi tanda
inflamasi pada kulit berjerawat. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan
desain Quasi-experimental-Time series pada remaja dengan akne vulgaris. Serum
Cutipure diberikan pada pipi kiri sementara serum Chiaprotect pada pipi kanan.
Pengukuran tanda inflamasi jerawat dilakukan pada hari pertama sebelum
penggunaan, dan kemudian pada hari ke-14 dan ke-21 penggunaan. Uji paired Ttest digunakan untuk menilai signifikansi dari penurunan tanda inflamasi pada
masing-masing serum dan juga antara kedua intervensi. Total responden
penelitian ini adalah 27 orang. Rata-rata tanda inflamasi sebelum menggunakan
serum cutipure adalah 3,15 ± 1,74 yang kemudian secara signifikan berkurang
pada hari ke-14 (2,56 ± 1,53, p=0,026) dan ke-21 (1,37 ± 1,49, p<0,00001)
sesudah penggunaan serum cutipure. Rata-rata tanda inflamasi sebelum
menggunakan serum chiaprotect adalah 3,67 ± 2,25 yang kemudian secara
signifikan berkurang pada hari ke-14 (2,33 ± 1,64, p<0,00001) dan ke-21 (1,30 ±
1,63, p<0,00001) sesudah penggunaan serum chiaprotect. Serum chiaprotect
menunjukkan rerata penurunan tanda inflamasi yang lebih besar daripada serum
cutipure pada hari ke-14 dan -21 namun perbedaan rerata tersebut tidak bermakna
(p=0,550, p=0,550). Kesimpulan dari penelitian ini adalah serum cutipure dan
chiaprotec secara signifikan terbukti mengurangi tanda inflamasi. Serum
chiaprotec 4% mengurangi tanda inflamasi lebih banyak daripada serum cutipure
10%, namun perbedaan tersebut tidak signifikan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Tan, Sukmawati Tansil |
| Uncontrolled Keywords: | Akne vulgaris, Chiaprotect, Cutipure, Tanda inflamasi |
| Subjects: | Skripsi/Tugas Akhir Skripsi/Tugas Akhir > Fakultas Kedokteran |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > Kedokteran |
| Depositing User: | FK Perpus |
| Date Deposited: | 23 Apr 2021 06:06 |
| Last Modified: | 23 Apr 2021 06:06 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/15162 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
