Yoedtadi, Moehammad Gafar and Loisa, Riris and Sukendro, Gregorius Genep and Oktavianti, Roswita and Savitri, Lusia TANTANGAN JURNALISME DAMAI DI WILAYAH PASCA KONFLIK. TANTANGAN JURNALISME DAMAI DI WILAYAH PASCA KONFLIK.
|
Text
buktipenelitian_10908012_4A155523.pdf Download (767kB) |
Abstract
Konflik agama di Ambon dan wilayah Maluku telah berakhir lama. Namun trauma atas tragedi tersebut
amat membekas bagi masyarakat Ambon. Terutama bagi para jurnalis televisi di Ambon. Mereka
memahami perdamaian di Ambon harus dirawat dan membutuhkan peran aktif media. Jurnalisme damai
menjadi pegangan para jurnalis televisi di Ambon. Penelitian ini bertujuan menggali pandangan para
jurnalis, mengenai tantangan dalam menjaga perdamaian dan penerapan jurnalisme damai di Ambon.
Landasan teori dalam penelitian ini adalah teori konstruksi realitas sosial dan tindakan sosial. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan
dengan wawancara mendalam dan studi literatur. Narasumber dari penelitian ini adalah tiga orang
kontributor dari tiga grup stasiun televisi, yakni Trans Media, SCM (SCTV/Indosiar) dan Kompas TV.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa para kontributor di Ambon memaknai dirinya sebagai salah satu
profesi penjaga perdamaian. Meskipun dalam upaya merawat perdamaian tersebut menghadapi
tantangan. Antara lain; berlawanan dengan kehendak redaksi di Jakarta, menghindari peliputan
peristiwa konflik, mengambil sumber berita hanya dari aparat keamanan, dan menjaga hubungan
dengan masyarakat
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Subjects: | Penelitian > Fakultas Ilmu Komunikasi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Komunikasi > Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | Puskom untar untar |
| Date Deposited: | 04 Jan 2021 11:01 |
| Last Modified: | 04 Jan 2021 11:01 |
| URI: | https://repotest.untar.ac.id/id/eprint/14213 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
